INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Masa kepengurusan KONI Pusat masa bakti 2014-2019 yang dipimpin Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, telah selesai sejak Mei 2019. Munas KONI Pusat segera digelar 2 Juli 2019. Sejumlah figur telah bermunculan. Diantara nama yang santer disebut adalah pengusaha tambang yang dikenal cukup sukses, H Syamsudin Andi Arsyad yang akrab dikenal H Isam.
Pengusaha dari Batulicin, Kalimantan Selatan, ini digadang-gadang menjadi calon kuat menggantikan Tono Suratman. Selain itu ada nama Ketua KONI Sumsel, Muddai Madan dan Hendarji Supanji, mantan Ketum KONI.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan (Sulasl) Ellong Tjandra menegaskan figur yang dibutuhkan untuk pemimpin KONI Pusat kedepan adalah yang fokus mengurus olahraga.

“Harus yang fokus mengurus olahraga dan tidak mempolitisasi olahraga, tidak korup, serta konsisten dengan keputusan,” tegas mantan karateka nasional ini.
Sementara itu Ketua Indonesia Offroader Federation (IOF) Pengda Sulsel Adi Rasyid Ali menyambut baik maraknya kandidat calon ketua umum (Caketum) KONI Pusat.
“Kedepan KONI Pusat harus dipimpin seorang olahragawan yang memiliki jiwa entrepreneur. Juga punya jaringan yang luas dan kuat dalam hal mencari dana dan mau berkorban. Tidak hanya diam dan berpangku tangan. Kalau hanya berharap APBN, ya nda cukup-cukup,” ujar ARA sapaan politisi Partai Demokrat yang juga Ketua Pengprov Pertina Sulsel ini, Kamis (13/6/2019).
KONI Pusat lanjut Wakil Ketua DPRD Kota Makasaar ini membutuhkan figur pemimpin berjiwa entrepreneur agar roda organisasi bisa berjalan lebih dinamis.
ARA sependapat dengan masuknya Andi Arsyad yang akrab dikenal H Isam dalam bursa Ketum KONI Pusat periode 2019-2023.
“Saya kira H Isam figur yang sangat tepat memimpin KONI Pusat kedepan. Selain seorang pengusaha nasional, beliau juga memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga di tanah air,” sebut ARA yang baru saja terpilih kembali sebagai anggota DPRD untuk periode ketiganya pada Pileg 2019 lalu dari Dapil Makassar 4 meliputi Kecamatan Manggala dan Panakkukang ini.
Di dunia olahraga otomotif Indonesia dedikasi H Isam sudah tidak diragukan lagi. Apalagi pengusaha berdarah Bugis yang mengelola ribuan hektar tambang di Kalimantan ini seorang offroader dan punya kepedulian besar di dunia olahraga.
“Latar belakang sebagai pengusaha sukses akan sangat berguna dalam memimpin KONI kedepan. Kita butuh pendekatan modern dalam manajemen olahraga supaya bisa menjadi industri dan bisa membawa manfaat bagi stakeholder olahraga di tanah air,” kata menurut Ketua DPC Partai Demokrat kota Makassar ini,

Berbeda dengan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Sulsel Dr. Ad’dien M. Kes yang tidak mempersoalkan siapapun yang akan memimpin induk organisasi cabang olahraga di Indonesia itu. Yang pasti, kata dosen di Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, calon Ketum KONI Pusat harus memiliki kemampuan luar biasa dan mampu membawa organsisasi ini jauh lebih baik dari sebelumnya.
‘’Calon Ketum KONI Pusat harus orang yang mampu meningkatkan prestasi olahraga, mampu membangun sinergitas dan komunikasi dengan pemerintah dan KOI serta mampu mendorong dan memantapkan lembaga keorganisasisan baik pada cabang-cabang olahraga maupun KONI di seluruh daerah di Indonesia,” katanya.
Ad’dien mengakui sudah banyak figur bermunculan. Hal itu, kata dia, wajar karena suksesi kali ini tanpa keikutsertaan petahana. Meski sejumlah nama telah muncul namun Ad’dien tak mau menyebut siapa saja figur yang menjadi usungan KONI Sulsel di Munas nanti.
‘’Soal siapa yang jadi jagoan KONI Sulsel, kami belum tentukan. Biarlah nanti akan diputuskan di Munas setelah seluruh calon memaparkan visi misinya,” ujar Ad’dien.
Jelang Munas KONI Pusat sejumlah figur telah menyatakan siap berkompetisi merebut pucuk pimpinan induk organisasi cabang olahraga tertingi di Indonesia itu. Diantara nama-nama yang disebut ada nama H Isam, pengusaha tambang dari Batulicin, Kalsel, Hendarji Supanji mantan Ketum KONI dan Ketua KONI Sumsel, Muddai Madan.
Nama terakhir adalah ketua panitia lokal Asian Games 2018 untuk Sumatra Selatan dan Islamiq Solidarity Games 2013. Juga punya pengalaman menangani SEA Games 2011 dan pernah menjadi Wakil Ketua Umum II di PB Percasi periode 2004-2008, Chief de Mission Olimpiade Catur 2006 di Torino, Italia, serta manajer Tim Catur Asian Games 2006 Doha.
Tim Penjaringan telah menetapkan 10 syarat untuk para bakal calon jika ingin maju ke bursa pemilihan. Di antaranya mendapat dukungan tertulis dari lima cabang olahraga anggota KONI Pusat yang memiliki paling sedikit 10 hak suara.
Penulis : Asri Syahril





