INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Narkotika merupakan masalah besar bagi Indonesia. Hal itu terlihat dari jumlah narapidana kasus narkoba yang mayoritas mengisi lembaga pemasyarakatan (Lapas). Korban penyalahgunaan narkotika tiap tahun pun bertambah. Hasil survey BNN dan LIPI, 2,3 juta remaja Indonesia terpapar narkoba.
“Informasi dari Menkumham (Menteri Hukum dan HAM) 50 persen isi lapas-lapas di negeri kita ini diisi daripada pecandu ataupun juga pedagang-pedagang, pengedar narkoba. Luar biasa tentu.”
Hal itu ungkap Wakil Presiden Jusuf kalla dalam sambutannya pada peringatan World Drug Day atau International Day against Drug Abuse and Illicit Trafficking. Di Indonesia lebih dikenal dengan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI).
Peringatan HANI 2019 juga diperingati di Makassar. Penjabat (Pj) Walikota Makassar Dr M Iqbal S bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) di Halaman Balaikota, Senin (15/7/2019).
Kampanye HANI di Indonesia tahun ini mengusung tema, ‘Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas.’ Sementara tema HANI 2019 adalah “Health For Justice. Justice For Health”, dengan hashtag #Health4Justice dan #Justice4Health. Tema tersebut menyoroti bahwa keadilan dan kesehatan adalah dua sisi mata uang yang sama dalam hal mengatasi masalah narkoba.
Kegiatan ini merupakan wujud keprihatinan pemerintah sekaligus kepedulian terhadap ancaman Narkoba secara terstruktur, sistematis dan masif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa.
Jusuf Kalla mengimbau kepada masyarakat untuk berjuang bersama, bekerja sekuat tenaga menjadikan negara bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika.
“Untuk menghadapi tantangan ancaman kejahatan Narkotika dengan modus operandi yang kian beragam dibutuhkan komitmen, semangat dan tekad yang kuat dalam mengatasi tanpa batas,” ucap JK dalam sambutannya yang dimacakan Pj Walikota Makassar.
Peredaran narkotika seperti yang dikemukakan oleh Jusuf Kalla sungguh sangat memprihatinkan bagi bangsa Indonesia. Hasil survey terbaru dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan LIPI, 3,2 persen pelajar dan mahasiswa Indonesia atau sekitar 2,3 juta jiwa terpapar narkoba. Angka ini sangat memprihatinkan, sebab kita sangat berharap lembaga pendidikan bisa menjadi benteng pertama bagi anak-anak agar terhindar dari narkoba.
Melihat jumlah tersebut, maka upaya penanganan narkoba saat ini perlu lebih masif dan agresif. BNN sendiri menyebut ada tiga pihak yang sangat berperan dalam mencegah penyebaran konsumsi narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Ketiganya yaitu lingkungan keluarga, lingkungan tempat belajar, dan lingkungan masyarakat.
Sehingga bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat juga perlu bersama-sama mewaspadai kemungkinan masuknya peredasaran narkoba khususnya pada anak-anak usia pelajar dan mahasiswa.
Peringatan HANI tahun ini diharap menjadi momentum bagi semua pihak untuk aktif bersama-sama mengkampanyekan kawasan bebas narkoba, pemuda bebas narkoba, dan sejenisnya, yang intinya mengajak sesama untuk menjauhi barang terlarang ini.
“Banyak prediksi kita akan menjadi negara yang tangguh pada beberapa puluh tahun yang akan datang. Tapi tentu dengan syarat bahwa kita mempunyai generasi muda yang kuat dan terpelajar dan inovatif. Tentu bebas daripada narkoba,” ujar Wapres.
Hadir dalam upacara peringatan kampanye HANI 2019 diantaranya Kepala BNNP Sulsel, Kapolres Kota Makassar, Kejari Makassar, Koops AU II, Kapolres Pelabuhan, Para Kepala SKPD se- Kota Makassar, dan penggiat anti Narkoba di Makassar. (Asriel)





