INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Pendaftaran bakal calon Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Makassar periode 2019-2024 berakhir Senin (15/07/2019). Panitia penjaringan telah melakukan proses verifikasi administrasi hingga Kamis (18/07/2019).

Dua calon telah diverifikasi. Mereka adalah H. Junaldi D. Monoarfa dan Rachmat Taqwa Quraisy. Namun dari dua nama tersebut menurut Ketua tim penjaringan, Attock Suharto, hanya Junaldi yang memenuhi seluruh persyaratan.
‘’Hasil verifikasi, Rachmat Taqwa belum memenuhi sesuai persyaratan yakni minimal mendapatkan delapan voters. Sementara Junaldin sudah lebih dari 10 voters,” jelas Attock, Kamis (18/7/2019).

Rachmat diberi waktu hingga pukul 00.01 Jumat (19/7/2019) dinihari. Jika ia tidak mampu menambah sampai delapan rekomendasi dari voter, Muskot PSSI Makassar akan diikuti satu calon. Dengan demikian Naldi sapaan Junaldin akan terpilih secara aklamasi.
Asosiasi Kota (Askot) PSSI kota Makassar akan menggelar Musyawarah Kota (Muskot) pada 20 Juli 2019 di ruang pola kantor Walikota Makassar dengan agenda pemilihan ketua umum baru menggantikan Yusuf Gunco yang telah berakhir masa jabatannya sejak April 2019.

Syarat yang wajib dipenuhi bagi mereka yang hendak mencalonkan diri salah satunya mendapat dukungan minimal 8 klub dari 26 klub anggota Askot PSSI Makassar. Syarat lainya pernah menjadi pengurus PSSI.
Muskot PSSI Makassar akan menghadirka 26 klub peserta kompetisi anggota klub PSM plus Asosiasi Futsal Kota (AFK) Makassar sebagai pemilik suara.
Siapa Naldi?
Naldi adalah seorang pengusaha. Di kalangan pencinta bola di Makassar namanya sudah tidak asing lagi. Naldi juga dikenal pengusaha yang ‘gila’ bola. Sehari-hari ia menjabat sebagai Ketua Harian Klub Libra.
Sejumlah program sudah ia siapkan untuk memajukan sepakbola di Makassar jika kelak terpilih sebagai ‘kapten’ Askot PSSI Makassar. Salah satu misi Ketua Harian Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMA Negeri I (Smansa) Makassar Angkatan 82 menata dan berupaya menyediakan sarana dan prasarana serta menggulirkan kompetisi berjenjang.
“Coaching clinic, mengembalikan reputasi pemain muda di kancah nasional maupun internasional, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan PSSI tentu tidak kalah pentingnya,” kata Naldi.
Paling terpenting, tambahnya, menjalin hubungan dan kerjasama yang baik dengan PSM Liga 1, agar pembinaan pemain di Askot PSSI Makassar dapat menjadi prioritas rekruitmen PSM.(Asriel)





