Golkar Daulat Bamsoet Calon Ketua MPR

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) berdiskusi dengan calon Ketua DPR dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo disela pengumuman calon ketua DPR dari Fraksi Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/1). Airlangga Hartarto mengumumkan penunjukan Bambang Soesatyo menjadi Ketua DPR hingga 2019 menggantikan Setya Novanto yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi KTP elektronik. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww/18

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Partai Golkar menyerahkan kursi pimpinan MPR kepada Bambang Soesatyo atau Bamsoet.

Sebelumnya dua tokoh sentral partai berlambang pohon beringin rindang ini sempat memanas demi
perebutan kursi Golkar-1. Airlangga sebagai petahana ditantang Bamsoet di Munas Golkar dalam perebutan kursi Ketum. Keduanya sempat panas jual beli ‘serangan’ lewat berbagai isu. Diantaranya pemecatan pengurus DPD II yang mendukung Bamsoet hingga ‘penguasaan’ kantor DPP Golkar di Slipi.

Bacaan Lainnya

Pada akhirnya, Bamsoet dipilih untuk kursi Ketua MPR. Keputusan menunjuk Bamsoet sebagai Ketua MPR diputuskan lewat Rapat Harian DPP Golkar. Airlangga memimpin langsung rapat tersebut. Salah satu keputusannya menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai Wakil Ketua DPR dan Ketua Fraksi Golkar DPR.

“Selain itu, rapat juga memutuskan Pak Zainudin Amali sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR RI dan menugaskan Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR RI dari Partai Golkar,” kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Selasa (1/10/2019).

“Selain membahas soal pimpinan DPR/MPR RI, rapat harian tersebut juga memutuskan ketua panitia HUT Partai Golkar ke-55, ditugaskan kepada Agus Gumiwang Kartasasmita,” imbuh Ace.

Demi memuluskan pengangkatan Bamsoet sebagai Ketua MPR, Golkar langsung bergerak. Lobi-lobi agar Bamsoet bisa menduduki kursi MPR-1, tengah dilakukan Zainudin Amali yang juga sebagai Ketua dan Idris Laena sebagai Sekretaris Fraksi Golkar di MPR.

“Sekarang Pak Zainudin Amali melakukan lobi-lobi terhadap partai lain melalui fraksi-fraksinya. Kita berharap bahwa upaya untuk Golkar mendapatkan alokasi kursi sebagai Ketua MPR itu bisa dilobi, bisa didapatkan secara musyawarah mufakat,” kata Ace.

Alasan penugasan Bamsoet di MPR demi menjaga soliditas partai. Keputusan tersebut dikatakan Ace juga telah melalui kajian mendalam.

“Kita telah melakukan pengkajian yang mendalam. Menjaga soliditas partai dan juga menjaga konsolidasi partai agar tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” ucap Ace.

(Riel)

Pos terkait