INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Pemerintah kota (Pemkot) Makassar tengah menggodok rancangan pemberlakuan skema Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) di tahun 2020 mendatang, dengan besaran Rp 1,5 juta, Jumat (08/11/2019).
“Kemampuan daerah kita sekarang kisarannya 1.5 juta,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Khadijah Iriani dalam dialog rutin di Cafe Iconik, Jalan Amanagappa, Makassar, Kamis kemarin.
Kendati menurutnya, penerima TPP yakni Honorer dan Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap akan mendapatkan tambahan berupa honor dalam kegiatan-kegiatan yang digelar pemerintah kota, dengan besaran yang lumayan, berkisar Rp 300-400 ribu per kegiatan.
“Tetap bisa diberikan honor untuk kegiatan-kegiatan. Jadi yang honorer itu bisa mendapatkan tambahan honor lagi di dalam kegiatan, untuk besarannya, kurang tau berapa pastinya, 300 kah 400 satu kali kegiatan, saya kurang tau. Pokoknya ada di dalam daftar harga pemerintah,” terang Iriani.
Meski begitu, pemerintah Kota Makassar mengaku tetap menerapkan syarat bagi para pegawai penerima TPP, sesuai indikator pemberian TPP yang mengacu pada kinerja, termasuk kedisiplinan dan laporan dari tim.
“Punishmentnya itu, (mereka) tidak akan dapat TPP yang sesuai dengan daftar, kalau misalnya selalu terlambat absen, lambat datang, terus cepat pulang. Jadi dia tidak mendapatkan sesuai dengan yang ada di dalam daftar,” beber Iriana lagi.
Hanya saja menurutnya dana yang dibutuhkan Bappeda untuk TPP berkisaran 700 miliar. Namun anggaran yang telah disiapkan pemerintah pusat hanya berkisaran 400 miliar.
Olehnya ia berharap kedepan ia berharap, pihaknya (Pemkot Makassar) dapat menggenjot penghasilan lainnya dengan beragam inovasi agar mendapatkan dana apresiasi dari pemerintah pusat.
“Itu kan kemarin kami membutuhkan 700 miliar dengan ASN dan tenaga kontrak, tapi kan kita punya dana-dana lain dari pemerintah pusat. Makanya kita genjot tambahan penghasilan kita ini untuk lebih maksimal lagi kita peroleh. Misalnya SKPD itu harus berinovasi, kalau kita berinovasikan kita menang, kita dapat tambahan DID, DAK,” pungkasnya.
(Andi/Dir)





