Saor Siagian Sebut Dewi Tanjung Tak Berperikemanusiaan

INFOSULSEL.COM, JAKARTA Advokat Saor Siagian mengaku tak habis pikir dengan politisi PDI Perjuangan Dewi Tanjung yang memolisikan Novel atas dasar tuduhan melakukan rekayasa penyiraman air keras. Saor menyebut Dewi tak punya perikemanusiaan lagi.

“Saya kira tidak ada lagi unsur kemanusiaan si pelapor ini,” ucap Saor baru baru ini.

Bacaan Lainnya

Kuasa hukum Novel Baswedan ini meminta Dewi Tanjung dapat secara langsung melihat kondisi mata klinennya.

Dengan begitu, Dewi yang mencurigai Novel berbohong soal penyiraman air keras akan berubah persepsi jika sudah melihat mata penyidik KPK itu.

“Semestinya dia menemuinya Novel kalau memang pengin tahu soal bagaimana keadaan matanya. Menemui keluarganya atau pergi ke rumah sakit, apakah betul Novel itu benar diserang atau tidak,” kata Saor di KPK, Jakarta Selatan, Kamis (7/112019) dilansir di Geloranews.

Lebih lanjut Saor mengatakan, korban penyiraman Novel sangat terpukul atas laporan Dewi ke polisi. Oleh karena itu tim kuasa hukum Novel todak tinggal diam justru dirinya tengah menyusun rencana guna menghadapi laporan Dewi.

Selain itu, tim kuasa hukum Novel juga mendesak Polri segera mengungkap pelaku dan dalan teror terhadap Novel.

“Kami sepakat tim kuasa hukum dan kemudian diminta Pak Novel untuk juga segera melakukan tindakan hukum,” tandasnya.

Sementara, menurut Dewi, Novel telah merekayasa peristiwa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017.

“Ada beberapa hal janggal dari semua hal yang dialami, dari rekaman CCTV, bentuk luka, perban, dan kepala yang diperban. Tapi, tiba-tiba malah mata yang buta,” kata Dewi, dilansir dari Kompas.com

Menurut Dewi, Novel telah merekayasa peristiwa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017. Ia menganggap, reaksi Novel saat disiram air keras tak seperti korban terkena siraman air keras.

“Ada beberapa hal janggal dari semua hal yang dialami, dari rekaman CCTV, bentuk luka, perban, dan kepala yang diperban. Tapi, tiba-tiba malah mata yang buta,” tambahnya. (**/Dir)

Pos terkait