INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Tiga Bakal Calon (Balon) Walikota Makassar yang bertarung di Pilwali Makassar September 2020, Senin (6/1/2020) dijadwalkan akan mengembalikan formulir pendaftaran. Ketiganya akan datang di sekretariat DPC Partai Demokrat Kota Makassar secara bergantian.
LO Partai Demokrat Jamsir Arsyad yang dihubungi INFOSULAEL.VOM Senin pagi menjelaskan ustadz Iqbal Djalil dijadwalkan akan datang bersama timnya pukul 11.00 WITA.
“Selanjutnya Daeng Ical jam 12 siang disusul Munafri Arifuddin jam 2 sore. Untuk sementara tiga balon itu yang sudah konfirmaai. Kami masih menunggu jadwal calon lainnya,” ujar Jamsir.
Sehari menjelang penutupan pendaftaran yang akan berakhir Selasa (7/1/2020) dari 13 balon Walikota Makassar yang telah mengambil formulir baru Moh Ramadhan Pomanto yang sudah melakukan pengembalian, Sabtu (4/1/2020). Mantan walikota Makasaar itu diterima Ketua dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali dan Abdi Asmara beserta jajaran pengurus lainnya.
Di hadapan pengurus Partai Demokrat Danny Pomanto berharap bisa mengulang sukses bersama partai yang didirikan oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini. Ia bahkan mengakui Demokrat adalah partai yang komitmen dan konsisten. Karena itu langkah politik yang ditempuh Danny memilih partai Demokrat sebagai partai yang diharap bisa menjadi pengusungnya di Pilwali Makassar 2020.
“Keyakinan politik saya adalah Partai Demokrat. Sebab partai ini tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Itu bukti dari sejarah perjalanan politik yang saya rasakan langsung. Jadi, kalau Pak ARA menyampaikan partai ini kokoh, komitmen dan konsisten, saya kira itu sangat tepat sekali. Karena Partai Demokrat adalah partai yang tidak bisa diintervensi,” ungkap Danny.
Sejak pendaftaran dibuka 26 Desember 2019, sudah ada 13 balon yang mendaftar di Demokrat. Danny Pomanto menjadi Balon pertama yang mengembalikan formulir. Selain Danny dan Adi Rasyid Ali ada 11 pendaftar lainnya. Di antaranya Munafri Arifuddin, Andi Yagkin Padjalangi dan Hasan Basri Ambarala.
Selain itu politikus PKS Iqbal Jalil, Jabal Nur, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Sulsel, Irman Yasin Limpo, dan Ketua Jendela Pendidikan Nusantara, Julianti Noor.(andi/riel)





