INFOSULSEL.COM, MAKASSAR -Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan St Diza Rasyid Ali secara mengejutkan menyatakan siap berkompetisi pada Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar 2020 mendatang.
Bukti keseriusan mantan manajer PSM Makassar dan Persija Jakarta ini dengan mendaftarkan diri di Partai Demokrasi kota Makassar, Sabtu (11/1/2020).
Kakak kandung Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar ini diterima Ketua Tim Penjaringan Balon Walikota yang juga Sekretaris DPC Demokrat Makassar, Abdi Asmara, Fatmawati Yahyuddin dan jajaran pengurus lainnya. Diza diantar ratusan kader PP menggunakan baju loreng khas, hitam orange.
“Mendaftarkan diri, memajukan diri untuk menjadi pejabat bukan hal yang untuk dibangga-banggaan. Bukan untuk sombong-sombongan, untuk mencari hidup lebih makmur untuk mencari kepentingan pribadi, bukan. Saya maju karena melihat banyak yang salah,” tegas ibu dua anak ini.
“Pejabat itu bukan untuk dilayani, malah harus melayani. Ini saya lihat banyak pejabat malah menjadi raja, malah menjadi orang yang harus disembah sujud. Padahal pejabat itu harus jadi pelayan masyarakat,” ujar tokoh perempuan Sulawesi selatan itu.
Diza menegaskan, menjadi pejabat bukan sebagai Tuhan yang harus dihamba-hambakan dan menyembah ke pemerintah, melain akan menjadi solusi atas pertanyaan dari masyarakat dengan saling menghargai dan bertanggung jawab atas amanah yang diembannya.
“Kita siap menjadi pelayan bukan menjadikan masyarakat hamba yang harus menyembah kepada kita, tetapi kita saling menghargai dan bertanggung jawab dengan pekerjaan,” lanjut Diza.
Tokoh sepakbola nasional ini menyebutkan bahwa tidak ada tanggung jawab yang berat, melainkan semua akan muda jika kita betul-betul siap dan bisa bekerja bahu membahu.
“Di mata saya tidak ada satu tugas yang berat. Tetapi, akan jadi berat kalau dibuat- beratkan. Sebaliknya akan jadi mudah kalau kita mudahkan. Karena saya melihat, kita merebut suatu kekuasaan sekarang ini banyak hanya untuk mempertontonkan kepada orang bahwa kita adalah orang terhebat yang harus dihormat-hormati tapi tidak menyelesaikan tanggung jawab yang dia emban, yang harus dijalankan terutama dalam pembangunan,” ungkap Diza.
Bagi banyak kalangan Diza disebut ‘bukan perempuan biasa’. Adik kandung politisi senior dan mantan Ketua DPD Demokrat Sulsel, serta Anggota DPR-RI A. Reza Ali ini lebih banyak memimpin organisasi yang didominasi kaum laki-laki. Ketegasan dan keberaniannya membuat ia disegani banyak pihak. Diza tak segan melontarkan kritikan pedas kepada pemerintah, bahkan kepada aparat keamanan demi menegakan kebenaran dan keadilan.
“Saya coba menawarkan diri, kalau masyarakat berkehendak dan partai Demokrat mau bersama-sama saya berjuang membangun kota Makassar yang sebenarnya, menjadi pelayan masyarakat yang sebenarnya,” bebernya.
Bagi Diza, tidak ada kata terlambat dalam mendaftar. Alasannya, ia siap mental.
“Tidak ada kata terlambat jika ingin melakukan perbaikan. Apalagi saya siap mental. Didalam darah partai Demokrat, ada darah Diza Rasyid Ali,” tegas Diza.(lang-riel)





