INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI resmi merilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Hotel Redtop, Jakarta (25/2/2020).
Rilis Indeks Kerawanan yang dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI KH Maruf Amin ini menggambarkan, perbandingan IKP sejak Pemilu dan Pilkada 2018 hingga 2020.
Dalam penelusuran infosulsel.com, Pilkada Serentak untuk tahun 2020 berada di atas 50 persen, atau tepatnya 51,65 persen. Dalam 6 level yang telah ditetapkan dalam IKP 2020 ini, angka tersebut masuk dalam kategori Rawan Sedang.
Terdapat ada 4 dimensi besar yang diteliti dalam IKP yakni konteks sosial dan politik, pemilu yang bebas dan adil, kontestasi, serta dimensi partisipasi.
Menanggapi hal tersebut, Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad menyebutkan, pihaknya akan mengupayakan langkah pencegahan potensi terjadi konflik pada Pilkada Serentak di Sulsel. Diketahui, terdapat 12 Kabupaten Kota di Sulsel yang mengikuti Pilkada Serentak tahun ini.
“Hasil IKP ini akan menjadi acuan bagi kami untuk melakukan kegiatan dan tindakan pencegahan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memaksimalkan upaya pencegahan,” ungkap Saiful Jihad.
Saiful Jihad membeberkan, hasil pemetaan IKP ini, bukan bermaksud hanya sekedar membuat ranking daerah rawan.
“tetapi pada hakikatnya untuk mengidentifikasi bentuk kerawanan yang mungkin terjadi dengan berkaca pada Pemilu dan Pilkada sebelumnya,” tegas Saiful Jihad.
Sekedar informasi, data IKP 2020 ini diambil dalam periode September – Oktober 2019. Sehingga, masih dimungkinkan terjadinya perubahan.
(gun)





