INFOSULSEL.com, MAKASSAR – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan Saiful Jihad menghadiri deklarasi Netfid Sulsel sekaligus menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk ‘Momentum Politik Muda di Pilkada 2020’ di Red Corner, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Senin (9/3/2020).
Dalam kesempatan itu, Saiful Jihad menegaskan, tantangan paling berat adalah membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu.
Koordinator Budang Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga di Bawaslu Sulsel ini berpendapat, kepercayaan publik cenderung menurun terhadap penyelenggaraan Pemilu belakangan ini. Itu disebabkan oleh banyak hal.
“Saat ini saya melihat kecenderungannya terjadi tsunami distrust alias menurunnya gelombang kepercayaan publik terhadap Pemilu. Ini disebabkan beberapa kasus misalnya ada lembaga Ad Hoc yang lakukan pelanggaran misalnya di pagelaran Pemilu beberapa tahun lalu,” papar Saiful Jihad.
Salah satu yang paling penting dalam memastikan terciptanya Pemilu yang berintegritas kata Saiful Jihad, adalah memastikan proses dari semua tahapan Pemilu berjalan sesuai dengan mekanisme dan aturan.
“Karena apapun hasilnya jika prosesnya tidak diterima oleh publik maka dipastikan hasil pemilu bermasalah,” sebut Saiful Jihad.
“Jadi tantangannya saat ini yakni menghadirkan orang yang memproses pemilu itu yang berinetgritas agar bisa dipercaya,” sambung Saiful Jihad.
Lebih jauh dijelaskan Saiful Jihad, sebagai sesama lembaga peduli demokrasi, sudah semestinya saling mengikat, terlebih adalah berpartisipasi dalam mempersiapkan regenerasi penyelenggara Pemilu yang memiliki integritas dan moralitas politik.
“Ke depan perlu berjejaring lebih kuat agar mengawal demokrasi ini bisa lebih kuat,” tutup Saiful Jihad.
red: gun





