INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –— Jumlah pasien positif virus corona atau COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus bertambah. Sampai Jumat malam (10/4/2020) berdasarkan data pantauan pada situs resmi Sulsel tanggap Covid-19 hingga Pukul 21:12 WITA, tercatat sudah ada 168 kasus. Ada penambahan 30 kasus baru. Sebelumnya hanya 138 kasus. Sementara untuk warga berstatus orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 2.581 dan pasien dalam pengawasan 346 orang.
Bertambahnya jumlah pasien yang mencapai 168 kasus itu, menempatkan Sulsel naik keurutan kelima secara nasional dari sebelumnya berada di urutan ke enam. Bahkan telah dinyatakan masuk dalam zona merah.
Di urutan pertama ada DKI Jakarta dengan 1.753 kasus, Jawa Barat 388 kasus, Jawa Timur 256 kasus, Banten 243 kasus, dan Sulsel 168 kasus. Adapun jumlah kasus positif COVID-19 secara nasional yaitu 3.512 kasus. Sebanyak 282 pasien dinyatakan sembuh dan 206 pasien yang meninggal dunia.
Meski angka kasus covid-19 terus bertambah namun Pemprov Sulsel belum menunjukkan langkah konkret. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dinilai sebagai solusi untuk menekan penyebaran COVID-19 juga belum menjadi pilihan dari Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Menurutnya, mengajukan daerah untuk menerapkan PSBB bukanlah suatu perkara mudah. Sebab banyak hal yang menjadi persyaratan.
Dia mengklaim bahwa penerapan PSBB pada prinsipnya telah dilaksanakan sebagian seperti aktivitas belajar dan bekerja dipindahkan ke rumah. Selama masih ada upaya untuk pencegahan, bagi Nurdin hal itulah yang akan dilakukan.
Jadi untuk saat ini mengandalkan program jaring pengaman sosial. Menurut Nurdin hal ini penting sebab bila hanya memberlakukan PSBB namun tidak memperhatikan hal itu, maka akan menjadi masalah.
“Oleh karena itu ini langkah yang kita antisipasi. Jadi PSBB itu langkah akhir yang akan kita lakukan. Selama kita masih ada upaya untuk pencegahan, itu dulu kita lakukan,” kata Nurdin.(riel)





