19 Dosen Unhas Reaktif, Termasuk Satu Profesor

Prof Nasaruddin menjelaskan, sebelumnya Unhas juga sudah menggelar rapid test massal. Pesertanya 2 ribuan tenaga kependidikan. Kali ini dilanjutkan dengan rapid test untuk dosen.

Selama tiga hari dilakukan rapid test. Sebanyak 1000 lebih dosen ikut berpartisipasi. Sebagian dosen tidak dapat hadir karena beberapa alasan.

Saat ini, Unhas memang sedang dalam masa semester antara, sehingga tidak ada kegiatan akademik di dalam kampus.

Direktur Komunikasi Unhas, Ir Suharman Hamzah PhD mengatakan, rapid test ini merupakan wujud konsistensi Unhas untuk menjadi bagian dari solusi.

Hal ini juga merupakan pesan Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu yang selalu dikemukakan pada setiap kesempatan.

“Kita tahu bahwa jika melakukan rapid test, ada potensi ditemukan hasil reaktif, dan positif. Ini tentu mempunyai risiko bagi reputasi lembaga. Tapi bagi Unhas, yang paling penting adalah melakukan penapisan, mencari yang terpapar agar dapat dipisahkan dan disembuhkan, sambil kita mengambil langkah-langkah pencegahan lanjutan,” kata Suharman.

Pos terkait