INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Perempuan Kodingareng melawan perusahaan raksasa penambang Pasir, PT Boskalis. Berbagai upaya perlawanan perempuan yang dominasi ibu-ibu ini telah melancarkan sejumlah gerakan melawan perusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan pasir dari kapal penambang milik Boskalis di sekitar Pulau Kodingaren, Kota Makassar.
Salah satu gerakan perlawanan ibu-ibu Kodingareng ini dengan menggagalkan upaya penangkapan terhadap seorang nelayan (kriminalisasi) oleh Polairut Polda Sulsel menyusul sejumlah aksi penolakan penambangan pasir.
“Kepada pemerintah stop penangkapan warga, karena kami tidak salah. Kami benar. Kami bukan pencuri, yang pencuri itu yang ambil pasir,” kata perempuan nelayan, Sakia, seperti dikutip dari Alagraph.com, Selasa (21/7/2020).
Berbagai upaya dilakukan Boskalis demi memuluskan seluruh aktivitas penanmbangan pasir meski dinilai para nelayan, akan merampas ruang hidup mereka di laut.
Sejumlah upaya yang diduga dilakukan Boskalis diantaranya dengan menyetop distribusi bahan bakar minyak ke Kodingareng, hingga dengan menggerakkan aparat keamanan.
Zakia menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti melawan demi kelangsungan hidup nelayan Kodingareng. Apa yang dilakukan seama ini, menurut zakia, adalah mempertahankan hak hidup mereka.
“Hentikan keresahan warga di sini. Buat apa pemerintah bagun usaha, proyek, tapi kami yang sengsara,” kata Sakia lagi, diamini sejumlah ibu-ibu nelayan Kodingareng.
Seperti diketahui, PT Boskalis dan rekan menambang pasir di perairan Kodingareng Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, kota Makassar. Penambangan dengan penjagaan aparat kepolisian dan kalangan Boskalis.
red: gun





