INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Pakar teknologi informasi Ahmad Alghozi Ramadhan satu dari tiga pembicara pada sharing Komunikasi dan Motivasi di hotel Swiss-Belhotel Makassar, Ahad (26/7/2020).
Ghozi, begitu ia akrab disapa menceritakan pengalamannya mengembangkan aplikasi data bernama fightcovid19.id. Karya anak muda berusia 22 tahun itu pertama kali diapresiasi Wakil Bupati Belitung, Bangka Belitung Isyak Meirobie. Sukses digunakan di sana, ia ditawarkan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman.
“Alhamdulillah aplikasi karya saya digunakan di sana. Saya senang sekali,” ujar Ghozi yang bekerja secara sosial.
Kemudian berlanjut ke Kepulauan Riau dan Surabaya. Sudah menunggu provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara. Ghozi siap mengembangkannya ke provinsi lain.
Ghozi mengaku butuh waktu lima hari untuk menyelesaikan desain pertama aplikasi tersebut. Dia bekerja siang dan malam bersama teman-temannya.
‘’Niat saya awalnya cuma membantu penanggulangan Covid-19 ini. Saya sangat sedih saat pertama kali mengetahui ada dokter yang meninggal karena penyakit itu. Hal tersebut mendorong saya dan teman-teman membuat aplikasinya,” jelas Ghozi.
Mereka terus menyempurnakan aplikasi fightcovid19.id. Tujuannya agar dapat menampung ribuan data orang terkait Covid-19.
Ghozi menyebut, sistem yang dibuatnya akan memetakan setiap orang yang bergerak di suatu daerah. Semua data dikumpulkam dari petugas pemerintah yang menjaga di pintu masuk pelabuhan di darat, laut, dan udara. Kemudian diinput ke dalam sistem.
Untuk melengkapi aplikasi ini penggunaannya didukung gelang penanda. Dipasangkan ke setiap orang yang melintas di pintu masuk.
‘’Tujuannya, untuk psikologis orang yang memakainya. Dengan pakai gelang itu mereka jadi ingat terus bahwa saat ini sedang ada wabah Covid-19. Jika ada yang dinyatakan positif melakukan isolasi mandiri dan setiap saat bisa berkoordinasi dengan petugas,” tutur Ghozi.
Khusus di Sulsel ia siap berkontribusi secara optimal. Untuk itu dia selama beberapa hari akan berada di Makassar.





