INFOSULSEL.COM, MAKASSAR–– Kanal sejatinya berfungsi membangun peradaban perkotaan. Juga jadi salah satu objek vital dalam konsepsi tata ruang kota. Selain berfungsi sebagai pencegah banjir, kanal juga memiliki kegunaan lain seperti distribusi air, irigasi tanaman dan juga pariwisata. seperti yang dilakukan di berbagai negara.
Namun sayangnya fungsi kanal di Kota Makassar yang panjangnya sekitar 34 kilometer (Km) ibarat kata pepatah ‘jauh panggang dari api. Kanal tidak lagi sesuai fungsinya. Bahkan tak sedikit yang jadi tempat sampah. Kumuh dan berbau.
Salah satu penyebab kondisi ini terjadi karena perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar ogah menatanya. Kanal dibersihkan jika jelang musim hujan. Itu pun jika kanal mulai dangkal, penuh sampah dan tersumbat.
Salah satunya adalah Kanal Sinrijala, yang membelah dua kelurahan Karampuang dan Tamaumaung, Kecamatan Panakkukang.
Minimnya perhatian Pemkot Makassar membuat Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali, meradang. Politisi Partai Demokrat ini meminta Penjabat (Pj) Walikota Prof Rudy Djamaluddin, tidak berdiam diri.
“Pj Walikota harus juga ikut memperhatikan kanal-kanal yang ada di Makassar. Utamanya kanal yang membelah Kelurahan Karampuang dan Tamamaung. Sudah lama dimasukkan dalam laporan reses, tapi sampai sekarang belum ada aksi dari Pemkot,” cetus Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar ini saat ditemui di Dapur Ali, Jl. Urip Sumihardjo, Senin (6/7/2020).
Politisi yang akrab disapa ARA ini mengaku sudah bosan menyampaikan masalah ini ke Pemkot Makassar. Ia berharap tahun ini bisa lebih diperhatikan.
‘’Saya janji akan terus menagih ke Pemkot. Apalagi ini untuk kepentingan rakyat Makassar. Jangan justeru jalan untuk orang-orang kaya yang diperhatikan tapi kanal-kanal di tengah warga kota Makassar diabaikan,” pekik ARA.





