ARA : Jagoan Demokrat Masih di Dalam Kotak Pandora

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali saat berbincang dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Partai Demokrat masih menyembunyikan jagoannya di Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar 2020.  Meski begitu Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali berjanji dalam waktu dekat akan mengungumkan calonnya.
‘’Sabar. Calon Demokrat masih ada di kotak Pandora. Dalam waktu dekat kita akan keluarkan. Pokoknya satu-dua minggu ke kedepan,” jelas Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini saat ditemui di gedung DPRD Kota Makassar, Senin (6/7/2020).

Sebelumnya, ada delapan nama yang  mendaftar di partai berlambang segitiga mercy ini. Mereka adalah Munafri Arifuddin, Adi Rasyid Ali, Sukriansyah, Irman Yasin Limpo, Iqbal Djalil, Andi Yagkin Padjalangi, Syamsu Rizal dan Danny Pomanto.

Bacaan Lainnya

Semua nama tersebut sudah dikirim ke DPP Partai Demokrat  untuk kemudian ditentukan satu calon yang benar-benar punya komitmen dan mampu memenangkan kontestasi politik di Makassar.

Menurut  ARA, Partai Demokrat memiliki sejarah dan pengalaman memenangkan Pilkada Makassar.

“Dalam komunikasi yang kita lakukan ada beberapa yang punya rekam jejak di Partai Demokrat. Tentu itu menjadi penilaian khusus. Tidak perlu saya sebut siapa orangnya. Tapi orang di Makassar sudah tahu siapa yang pernah diusung oleh Demokrat dan pernah bersama Demokrat,” papar ketua Pertina Sulsel itu.

Menanggapi, balon yang dimaksud pernah ber-Demokrat, ARA menyebut ada plus-minusnya.

“Nanti lihat apakah itu nilai plus atau nilai minus. Andalah yang tafsirkan plus atau minus,” ujar dia.

ARA menyebut ada dua nama yang sudah mengerucut dan telah mnasuk dalam ‘kotak pandora’. Salah satunya sudah sangat intens berkomunikasi.

“Hampir semua calon kita komunikasi. Tetapi kalau mau jujur memang ada satu calon lebih tinggi komunikasinya dibandingkan calon lain. Tidak usah saya sebut namanya, pasti tidak lari dari 4 orang itu (Danny, Deng Ical, None dan Appi),” beber, ketua Pengda IOF, Sulawesi Selatan ini.

ARA mengaku Partai Demokrat adalah partai yang sangat tertib dalam mengurus soal Pilkada. Sebab, kata dia, siapa pun yang mengurus di DPP maka pasti akan dikembalikan ke DPC.

“Demokrat itu berbeda karena sangat menghargai koordinasi tingkatan. Mulai dari DPC, DPD dan DPP. Biar orang melingkar ke DPP akan dikembalikan ke DPC,” ungkapnya.

Karena itu ARA mengingatkan kepada bakal calon untuk tidak langsung potong kompas ke DPP demi mendapatkan rekomendasi.

“Demokrat itu tertib aturan organisasi. Karena itu jangan coba-coba ada calon yang langsung-langsung ke DPP. Percuma buang waktu, tenaga dan biaya. Karena DPP pasti akan berkomunikasi dengan pemngurus di tingkatan bawahnya seperti DPC dan DPD. Itu arahan Pak SBY sejak dulu,” tegas ARA. (andi/riel)

Pos terkait