INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Di Masa Pandemi Covid-19, dunia pendidikan dihadapkan dengan metode pembelajaran berbasis daring (online) yang sebelumnya berlangsung luring.
Sehingga, setiap pengajar dituntut untuk bisa memanfaatkan berbagai media dalam membantu pelaksanaan proses pembelajaran. Sehingga, setiap pengajar dipaksa untuk membiasakan diri dalam sistem yang lebih inovatif dan kreatif.
Hal tersebut yang kemudian dilakukan oleh Maulina, Mahasiswa Angkatan 2016 Program Studi Doktoral Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Makassar. Maulina menegmbangkan materi ajar berbasis layanan WhatsApp.
Hasil penelitian ini, Ia presentasikan dengan Judul ‘Developing WhattsApp-Based Speaking Instructional Materials for ELT Teaching in Indonesian University Studens’ dalam ujian hasil pada Kamis, 6 Agustus 2020 via Zoom.
Dalam keterangan yang diterima, Jumat (7/8/2020), dengan percaya diri, Maulina mempresentasikan penelitiannya dihadapan para promotor dan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Nurdin Noni, M.Hum, Prof. Drs. Muhammad Basri Jafar, Ph.D, Prof. Dr. Haryanto, M.Pd., Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum dan Iskandar, S.Pd., M.Pd., Ph.D.
Dalam ujiannya, peraih Beasiswa BUDI dari LPDP dan Beasiswa PKPI dari Kementerian Pendidikan menjelaskan bahwa pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris di era digital pada universitas, penuh dengan tantangan,.
“Apalagi dengan situasi krisis seperti masa pandemic Covid-19. Melaui metode penelitian pengembangan (Research and Development), penelitian tersebut memberikan satu luaran inovasi bahan ajar speaking berbasis WhatsApp untuk mendukung proses belajar mengajar mata kuliah Speaking di tingkat universitas baik didalam maupun di luar kelas,” paparnya.
Dengan mengintegrasikan pembelajaran Speaking dengan tehnologi media sosial seperti Whatsapp, Malulina menyebut, akan dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi mahasiswa baik dari faktor internal maupun faktor eksternal.
red: gun





