INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Mahasiswa Sosial Politik (Sospol) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) kembali melakukan aksi demonstradi di depan Kampus Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Senin (28/9/2020). Kemacetan pun tak terhindarkan.
Aksi yang digelar dengan menyita mobil kontener dan dijadikan podium orasi ini menuntut 3 poin dalam isunya.
Pertama, mereka menolak pagelaran Pilkada serentak 9 Desember 2020 yang akan datang dikarenakan Covid-19 atau Virus Corona belum terkendali di Indonesia.
“Kami menolak pilkada serentak 9 Desember 2020, alasannya mengingat bahwa Pilkada yang dilaksanakan di bulan Februari itu ditunda karenakan alasan covid, namun hari ini dalam kondisi covid pun masih dilaksanakan 9 Desember nanti. Itukan menjadi pertanyaan besar,” kata Jalil selaku Jenderal Lapangan.
Dalam aksinya, massa aksi membentangkan Baliho yang betuliskan ‘Gerakan mahasiswa Sospol Unismuh Makassar, menuju reformasi jilid II’.
Tuntutan ke dua, kata Jalil, adalah penolakan terhadap RUU Ciptaker atau disebut Omnibus Law yang tengah menjadi kontroversi saat ini karena dinilai akan merugikan biruh, nelayan, hingga petani.
Selanjutnya, massa aksi juga merespon terkait tindakan represifitas aparat kepada mahasiswa dalam beberapa waktu terakhir.
“Mengingat beberapa demostran baru-baru saja kemarin di Sulawesi Tenggara itu demonstran dibubarkan dengan menggunalan Helikopter,” tuturnya.
“Kami juga meminta hentikan lahan rakyat Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan ini sendiri di Bulukumba, Sidrap dan Makassar yaini Kodingareng khusunya,” sambungnya.
Aksi tersebut diperkirakan berlangsung sejak pukul 13.30 WITA dan berakhir jelang shalat Magrib.(iksan)





