Zulkifli Thahir: Pemuda Pancasila di Barisan Appi-Rahman

Ketua PW IWO Sulsel, Zulkifli Thahir.(FOTO: ASRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila menyatakan sikap berada di barisan pemenangan pasangan Munafri Arifuddin-Rahman Bando (Appi-Rahman) pada kontestasi Pemilihan Walikota Makassar 2020.

Hal itu diutarakan, oleh Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (OKK MPW PP) Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir. Ia menegaskan, arah dukungan tegak lurus memenangkan duet pasangan pengusaha-birokrat, Appi-Rahman.

Bacaan Lainnya

“Saya Pemuda Pancasila, saya Appi-Rahman,” ujar Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel ini, Ahad (20/9/2020).

Meski demikian, Zulkifli Thahir yang akrab di sapa Abang Chuleq mangaku, tidak akan keberatan jika ada kader PP yang terlanjur merapat ke paslon selain Appi-Rahman. Namun, disyaratkan harus menanggalkan atribut organisasi.

“Jika memang ada kader Pemuda Pancasila yang telah terlanjur menaruh dukungan ke paslon lain, ya silahkan saja. Asal atribut organisasi jangan digunakan saat berkampanye atau mensosialisasikan dukungannya. Karena secara organisasi tegas sekali bahwa PP ada di barisan Appi-Rahman. Tidak bisa ditawar-tawar lagi,” paparnya.

Lebih lanjut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Makassar ini mengatakan, juga secara jelas telah menancapkan komitmennya berada di barisan bos PSM Makassar itu.

“Sebagai kader Demokrat tentu dukungan saya untuk Appi-Rahman, berupaya sebaik mungkin memenangkan pasangan ini menuju Makassar aman dan bangkit dari keterpurukan,” ungkapnya.

Kans Appi untuk memenangkan Pilkada tahun ini cukup terbuka lebar. Menurut Zul, setidaknya Appi telah memiliki modal 47 persen suara di Pilkada 2018 lalu saat dirinya ditaklukkan kolom kosong.

Saat itu, baik Demokrat maupun PP berada di pihak kotak kosong dan berhasil keluar sebagai pemenang mengalahkan pasangan Appi-Cicu.

“Sebagai mantan Sekretaris Tim Pemenangan kotak kosong, kami sudah tahu bagaimana cara memenangkan pertarungan. Kami tahu pergerakan politik, kami sangat tahu strategi apa yang harus ditempuh untuk menang,” tegasnya.

“Nah, Appi dengan modal 47 persen suara di Pilkada lalu menjadi amunisi untuk beliau memenangkan pertarungan ini. Sementara saat itu kotak kosong di dalamnya banyak kepentingan termasuk agar Pilkada diulang,” tutup Zul. (andi)

Pos terkait