INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Provinsi Sulsel, Kamis (8/10/2020), kembali memanas. Ribuan massa yang bergabung mulai dari organisasi buruh, lembaga kemahasiswaan kampus di Makassar dan organisasi eksternal kampus. Semua seragam menyerukan “Cabut UU Cipta Kerja”.
“Kita semua muak melihat ulah Pemerintah dan DPR yang bebal dan menyebalkan karena telah mengesahkan Omnibus Law Cilaka ini. Aturan ini benar2 dibuat hanya untuk mengakomodir kepentingan penguasa dan korporat, merugikan masyarakat,” serunya lantang salah seorang orator aksi dari Universitas Negeri Makassar (UNM).
Tegasnya, UU Cipta Kerja akan merampas hak hidup masyarakat kota dan adat. Mulai dari kerusakan lingkungan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
“Masyarakat kota dan adat akan dirampas hak hidupnya secara terang-terangan jika aturan tersebut telah diberlakukan, mulai dari kerusakan lingkungan yang makin massif, dan pelanggaran HAM yang akan terjadi secara sporadis,” sambungnya lugas.
“Nyaris semua kalangan juga tegas menolak Omnibus Law ini, ormas agama seperti Muhammadiyah, akademisi bahkan praktisi semua menolak. Jadi, kita tidak punya alasan apapun untuk meloloskan Omnibus Cilaka ini,” pekiknya.
Dari pantauan infosulsel.com, hingga pukul 16.38 WITA, massa aksi dari berbagai organ kian bertambah.
Beberapa titik aksi yang tengah berlangsung di jalan Urip Sumohardjo, diantaranya selain di depan Kantor DPRD Provinsi Sulsel juga Fly Over, Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas Bosowa (Unibos). (andi)






