Sejak diresmikan Rabu subuh oleh Nurdian Abdullah, ATM itu langsung diserbu oleh warga dhuafa yang terdaftar. Pengurus masjid sudah mengagendakan kedepannya sebelum mengambil jatah beras warga harus mengikuti ceramah setelah shalat subuh di masjid.
“Kenapa kami lakukan itu, agar semuanya dapat. Dapat pahala, dapat ilmu, dapat beras. Itu yang dimaksud ke situ, ini untuk mereka juga,” ujar Amir.
Cara kerja mesin ATM beras itu terbilang sederhana. Para penerima tinggal menempelkan kartu yang mereka miliki ke tempat yang disediakan. Setelah itu, beras langsung mengucur dari lubang dispenser. Beras yang diwadahi dalam baskom lalu dipindahkan ke tas yang dibawa oleh setiap penerima bantuan beras.
Daeng Kanang mengaku sangat terbantu dengan adanya ATM beras tersebut. Sebab, beras yang ia dapat cuma-cuma itu dapat menekan pengeluarannya.
“Saya sangat terbantu. Apalagi penghasilan saya sebagai penjual kue keliling tidak seberapa. Kadang hanya bisa untuk makan sehari. Bahkan kadang tidak cukup. Dengan adanya bantuan beras ini saya benar-benar terbantu,” katanya.






