Polisi Bongkar Jejaring Kosmetik Ilegal di Makassar

  • Whatsapp

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Tim Jatanras Polrestabes Makassar membongkar peredaran kosmetik ilegal yang selama ini beredar di Sulawesi Selatan. Empat pelaku diamankan.

Keempat pelaku yakni Hadija. Ia diamankan di Jalan Urip Sumohardjo. Lalu Rita di Perumahan Royal Sentraland Moncongloe, Kabupaten Maros. Dua lainnya pasangan suami istri, Ulfa dan Supardi warga Jalan Maccini Raya Makassar.

Muat Lebih

‘’Keempat pelaku diamankan dan sementara diperiksa oleh Unit Satreskrim Polrestabes Makassar,”jelas Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol Edhy Supriadi saat dikonfirmasi, Kamis (14/1/2021).

Unit Tipidter Sat Reskrim Polrestabes Makassar mengamankan 50 paket kosmetik tanpa Ijin edar. Di antaranya diamankan di rumah Halijah, di Jl. Urip Sumoharjo Lr 501.

Halijah mengaku kosmetik tersebut diperoleh dari Rita, warga perumahan Royal Sentra Land. Hasil pengembangan selanjutnya polisi menemukan 800 paket siap edar di rumah Rita.

Nah, Rita pun mengaku kosmetik tanpa ijin edar itu diperoleh dari Ulfa dan Supardi. Keduannya warga Maccini, Makassar.

Ulfa dan Supardi mengaku bahan kosmetik ilegal tersebut dipesan dari Jawa. Keduanya lalu mengemasnya menjadi kosmetik lalu menempelkan label dan merek untuk dijual.  Harga perpaketnya Rp 100 ribu sampai Rp 130 ribu.

Polisi menjerat para tersangka dengan pasal 197 Jo pasal 106 ayat (1) dan atau pasal 196 Jo pasal 98 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman penjara 10 tahun.(riel)

Kasus ini menjadi perhatian serius Lembaga Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (PUKAT).

“Tentu kita dukung itu. Tapi jangan berhenti di situ. Bongkar semua jaringan lainnya. Utamanya kejar suplayer besarnya. Jangan hanya anak bawangnya saja ditangkap,” tegas Direktur PUKAT Sulsel, Farid Mamma hyang diminta tanggapannya,  Kamis (14/1/2021).

Untuk membuat efek jera bagi para pelaku, menurut  Farid, polisi bisa menerapkan pasal dugaan tindak pidana pencucian uang (tppu).

“Mereka ini sudah lama memasarkan barangnya tanpa mengantongi izin produksi maupun izin edar. Tentu juga telah menghasilkan nilai yang cukup besar. Nah itu harus dikejar lewat pasal TPPU,” ungkap Farid.

Ia juga berharap Dinas Perindag dan BPOM maksimal dalam mengawasi peredaran kosmetik ilegal di Makassar.

‘’Kalau ada produk tak berizin di lapangan harusnya dikoordinasikan ke Kepolisian agar segera ditindak tegas. Jangan terkesan didiami,” katanya.(riel)

 

Cosmetik ilegal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan