INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Makassar belum diputuskan. Ketua Tim Ahli Epidemiologi Satgas Covid-19 Makassar, Ansariadi, menyebut kepastian PSBB di Makassar baru akan diumumkan pada Senin, (11/1/2020).
“Nanti dua hari ke depan kita putuskan dengan melihat hasil evaluasi pemberlakuan jam malam ini. Nanti setelah kita konsultasikan dengan pak Wali baru kita informasikan,” ungkap Ansariadi, Sabtu (9/1/2021).
Wacana PSBB menurut Ansariadi, salah satu alternative yang harus dipertimbangkan. Olehnya itu, mesti harus dipertimbangkan oleh para pemangku kepentingan terkait.
“PSBB baru kita mau bahas. Saya bersama tim rencana mau ketemu pak wali untuk membicarakan dan diskusikan itu. Karena ada beberapa alternatif lain, nanti di situlah dipilih apakah memilih alternatif lain selain PSBB,” jelasnya.
Ansariadi mengatakan jauh sebelum pemerintah pusat hendak memberlakukan PSBB di seluruh wilayah di Indonesia, pihaknya sudah memprediksi soal PSBB di Makassar.
“Jadi sebelum pusat putuskan kita di Makassar sudah prediksi itu. Beberapa hari lalu kita sudah wacanakan Makassar akan PSBB jika kasus terus mengalami peningkatan,” kata Ansariadi.
Saat ini, Ansariadi mengatakan Covid-19 terus meningkat secara keseluruhan di Indonesia. Hal itu menjadi peringatan di daerah lain untuk mempertimbangkan PSBB.
“Tetapi PSBB itu tergantung dari situasi daerah,” ungkapnya.
Sementara, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan, Mario David memandang apabila pelaksanaan PSSB berlaku di Kota Makassar, maka pemerintah harus dalam kondisi siap. Mulai dana hibah untuk industri, relaksasi pajak dan menyiapkan sarana prasarana hidup.
“Kita tidak berharap ada PSBB lagi, supaya ekonomi berputar, kehidupan masyarakat bisa normal dengan new normalnya. Memakai gerakan 3M. Kalau memang ada mandetori dari pemerintah pusat dalam hal ini presiden mau tidak mau kita harus laksanakan,” papar Mario David kepada infosulsel.com, Jumat (8/1/2021).
“Cuman harapan tadi, pihak hotel mendapatkan dana hibah, Industri lain mendapatkan kelonggaran reloksasi pajak dan lain-lain, ada subsidi dan tentunya masyarakat disiapkan sembakonya dan macam-macam,” sambungnya.
Menurut Mario, kebijakan pemerintah pusat sangat relevan ditengah meningkatnya kasus covid-19, termasuk Kota Makassar yang naiknya sangat siginifikan di awal tahun 2021. Selain itu, menurut Mario, langkah PSBB juga sangat efektif dalam memerangi sekaitan dengan banyaknya propaganda-propaganda negatif perihal vaksin.
“Kalau saya melihat kalau dari pemerintah pusat memang data kita meningkat, perlu direm. Kemudian saya melihat ada propaganda bisa dari kelompok-kelompok tertentu untuk tidak kita laksanakan vaksinasi secara nasional penolakan vaksin.”
“Oleh karenanya, kita berharap presiden lakukan ini dan cepat untuk segera menyadarkan kita bahwa vaksin ini dibutuhkan.dan harusnya kita harus pake vaksin itu semua. Ada kelompok tertentu,” jelasnya Mario. (andi)





