Wacana KLB Partai Demokrat, ARA: Jangan Pernah Bermimpi Bisa Terlaksana

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali .(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Makassar, Adi Rasyid Ali menganggap, pihak yang ingin menggulirkan kongres luar biasa (KLB) di kubuh partai Demokrat adalah hasil desain oleh orang-orang tertentu.

“Saya hanya ingin menyampaikan, bahwa orang-orang yang ingin menggulirkan KLB ini adalah orang-orang yang di by desain oleh orang tertentu. Jadi jangan pernah bermimpi itu bisa terlaksana dan menganggap bahwa Demokrat itu tidak akan bertahan,” papar Adi Rasyid Ali saat ditemui di Kantor DPRD Makassar, Selasa (2/3/2021).

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, Wakil Ketua DPRD Makassar itu mengatakan, bahwa apa yang dilakukan upaya KLB ini adalah bagian dari skenario yang sudah lama direncanakan oleh orang luar dengan memakai senior-senior Demokrat.

“Semua ini telah terbaca, ya, tetapi kita maklumi. Kami mengatakan bahwa, biar lah dulu, kami mengamati dan menilai bahwa hal ini sengaja dilakukan agar bisa dapat cuang sana, cuang sini dari rencana kegiatan KLB ini,” jelasnya ARA sapaan akrab legislator tiga periode ini.

Lebih lanjut ARA menegaskan, salah satu syarat untuk pelaksanaan KLB ini bisa digelar, jika alasannya telah mendapat persetujuan dari majelis tinggi partai. Namun, ARA menegaskan bagi Demokrat Kota Makassar harga mati untuk AHY.

“Nah, hampir semua ketua-ketua pencab dan mungkin 99% pimpinan DPD sudah berikrar menolak KLB. Dan Saya pikir orang-orang yang menggulirkan ini, mungkin otaknya sudah terpapar covid-19,” imbuhnya dia.

Selain itu, menurut adik kandung mantan Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) pertama ini, rencana kudeta tersebut sesungguhnya bukan barang baru. Bahkan ia menyebut, sudah pernah dikerja oleh orang yang pernah ber-Demokrat bekerjasama dengan seseorang yang punya ambisi menguasai partai.

Olehnya itu, sebagaimana pesan dari Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), seluruh DPC diharapkan tetap solid merapatkan barisan dan tidak terlalu mendengar tentang isu-isu kudeta itu.

“Sengaja orang luar memakai orang dalam untuk memecah konsentrasi itu. Intinya kita itu fokus, jangan terpecah konsentrasi, karena mereka sedang mau menggoyahkan partai Demokrat yang survei elektoral, elektabilitasnya semakin hari semakin naik,” tandasnya.

Sebelumnya, isu gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) atau kudeta di Partai Demokrat berujung pada pemberhentian dengan tidak hormat atau pemecatan terhadap tujuh orang kader Partai Demokrat.

Enam di antaranya yakni Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya, dipecat karena dinggap terlibat dan mendukung gerakan kudeta.

“Dewan Kehormatan Partai Demokrat telah melakukan rapat dan sidangnya selama beberapa kali dalam sebulan terakhir ini,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, dalam keterangan tertulis, Jumat (26/2/2021).

Enam kader itu dinilai terbukti melakukan tingkah laku buruk yang merugikan partai.

Dewan Kehormatan menyatakan, mereka terbukti mendiskreditkan, mengancam, menghasut, mengadu domba, melakukan bujuk rayu dengan imbalan uang dan jabatan kepada kader dan pengurus partai.

Kemudian, menyebarluaskan kabar bohong dan fitnah dengan menyampaikan kepada kader dan pengurus Partai Demokrat di tingkat pusat dan daerah bahwa Partai Demokrat dinilai gagal. (andi)

Pos terkait