INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar mengungkapkan tengah siap menggelar sekolah tatap muka (luring) mulai dari jenjang TK hingga SMP.
Kesiapan tersebut ditinjau dari sarana dan prasarana kesehatan yang sudah ada, hingga kesiapan sekolah dan tenaga pendidik.
“Jadi tidak ada masalah sebenarnya. bisa disebut 90% siap, yang jelas kita di Disdik juga akan antisipasi,” ucap Sekretaris Disdik Kota Makassar, Amalia Malik.
Selanjutnya, adanya kepastian pemerintah kota bahwa proses vaksinasi tidak akan ditunda selama Ramadan.
Sehingga, mereka meyakini proses vaksinasi bakal rampung secara keseluruhan jelang belajar via luring.
“Kalau soal vaksin guru itu memang sudah 80% itu. Bahkan, ada beberapa sekolah swasta dia melakukan vaksin mandiri, artinya dia membiayai gurunya sendiri. Tapi setenghnya itu ada yang di pemkot. Supaya bisa cepat, dia bisa meyakinkan kalo bisa pembukaan sekolah tatap muka,” paparnya.
Meski demikian, Amalia membeberkan, bahwa setiap sekolah masing-masing diminta untuk membentuk tim satgas yang nantinya akan bertugas melakukan pemantauan lapangan.
“Karena itu mereka juga harus membentuk Satgas Covid sekolah untuk pantau ini, jadi memang kepala sekolah di sini perannya betul-betul ketat melaksanakan prokes agar tidak melanggar, kemudian mereka melakukan pengawasan, kalo sistem kan kita sudah atur dalam juknis memang harus dibagi dua dan sebagainya,” tandasnya.
Namun, ihwal uji coba sekolah tatap muka yang rencananya bergulir April, tampaknya harus ditunda. Selain harus berbenturan dengan PPDB, waktu libur juga akan menjadi kendala.
“Ini belum ada penyampaian dari pimpinan, apakah kita uji coba duli, atau kita sudah laksanakan sesuai dengan juknis, dimana sekolah itu yang mengajukan kesiapan mereka, sehingga nanti daftar periksa akan turun kesekolah masing-masing kan begtu juknisnya,” pungkas Amalia.
Di kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMP 1 Makassar Suaib mengaku sudah siap 100% dalam menggelar sekolah tatap muka, termasuk jika ada rencana uji coba nantinya. Dia mengatakan sarana dan prasarana kesehatan di sekolahya telah disediakan di tiap kelas dan ruang-ruang yang ada.
Selain itu sudah cukup banyak orang tua murid yang meminta diselenggarakannya sekolah lantaran kesulitan mengakomodir pendidikan anaknya di rumah.
“Itu kasian juga karena kan merekas sebenarnya sudah jenuh juga ikut sekolah daring,” katanya.
Dia mengaku masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah, apalagi ada wacana Dinas Pendidikan untuk mendorong regulasi lewat perwali.
“Kita siap, 100% untuk gelar tatap muka, itu sudah lama sebenarnya, tapi kita masih tunggu petunjuk juga ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyuddin saat dihubungi mengatakan guru diharapkan selalu berinovasi serta memanfaatkan berbagai macam perangkat dalam proses belajar tatap muka.
“memanfaatkan bermacam digital tools, menyelenggarakan kelas online, penerapan kurikulum yang memperkuat model multidisiplin dan kolaboratif dalam belajar mengajar serta kemampuan menata ulang akuntabilitas dan menentukan metode dalam proses asesmen,” katanya.
“Dalam menyelenggarakan pendidikan, guru harus bisa membantu peserta didik berkembang secara akademis, fisik, dan psikis, dengan menyeimbangkan antara old knowledge dengan mekanisme digital,” sambungnya
Tak hanya itu, kata Fatma bagi para tenaga pengajar dimasa pandemi agar tidak terlalu banyak memberikan tugas pada siswa.
“sebaiknya mencari metode pembelajaran yang lebih efektif agar dapat tercapainya tujuan pendidikan dan pemenuhan target akademis dan non-akademis serta mempersiapkan materi dan hasil evaluasi pembelajaran,” paparnya
Bagi Fatma, peran guru memiliki tanggung jawab besar guna memastikan keselamatan peserta didik secara fisik maupun psikis. (andi)





