INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Kadang saya bilang, bahwa cinta adalah ketika saya merasakan nyaman, tiba-tiba saja bisa merasakan bahagia tanpa alasan pada seseorang, dan out of control.
Sehingga, saya mengatakan bahwa mencintai seseorang adalah sebuah pilihan, bisa dikontrol.
Lalu, bagaimana saya bisa membedakan antara mencintai atau saya jatuh cinta kepadanya?
Apakah Ada hasrat?
A: Iya, karena kamu ingin dia selalu bahagia. Kamu memberikan rasa percaya, menghargai keputusannya, dan menjadikannya sebagai prioritas dalam hidupmu.
B: Iya, kamu selalu merasa harus bersamanya. Kamu menginginkannya untuk memenuhi kebahagiaanmu.
Apakah Ada Tujuan dan komitmen?
A: Iya, akhir-akhir ini dia yang menjadi prioritasmu untuk terus memupuk waktu yang berkualitas dengannya. Tidak sekadar hanya melihatnya di sisimu tetapi juga di video call.
B: iya. Tetapi, kadang kamu merasa sudah puas hanya dengan melihatnya di sisimu dan di video call. Meski tanpa ada tujuan dan komitmen.
Bisakah Saya Berhenti atau Menyerah?
A: Tidak. Karena, meski kamu sering kali merasakan sakit, tetapi bagimu mencintainya tidak akan pernah lelah. Karena cintamu tidak akan habis ataupun berhenti.
B: Tidak!. Suatu hari cintamu bisa saja hilang.
Soal Perhatian?
A: Iya. Kamu selalu berusaha memberikan perhatian pada detil-detil terkecil dari setiap sisinya. Termasuk pada mimpi dan harapannya di masa depan.
B: Kamu mencurahkan semua perhatian kamu kepadanya. Namun yang kamu perhatikan ternyata hanyalah permukaanya saja, dan itu belum seberapa.
———————————————————————
Saya bisa saja jatuh cinta pada setiap perempuan dan mencintainya secara otomatis. Namun, saya tidak harus selalu jatuh cinta untuk mencintainya.
Mungkin ada kalanya, mencintai saja terasa cukup, tapi jatuh cinta, tanpa pilihan dan tanpa alasan, adalah cara terbaik untuk merasakan cinta. (*)





