Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Bulutangkis PBSI Gowa Open 2021, Muh Syabaruddin Dg.Tutu, berharap event ini bisa menjadi percontohan prokes ketat.
‘’Pada kejuaraan kali ini kami akan memberlakukan prokes yang sangat ketat. Seluruh atlet wajib menyertakan surat keterangan sehat hasil swab dan antigen dari daerah asal. Begitu juga dengan penonton. Jumlahnya akan dibatasi hanya setengah dari kapasitas GOR. Itu pun harus melalui pemeriksaan di pintu masuk yang dilakukan oleh tim medis,” tegas Dg Tutu, sapannya.
Di bagian ia menyebut, Kabupaten Gowa punya banyak atlet-atlet muda bertalenta. Bahkan gairah bulutangkis di daerahnya hingga ke pelosok desa. Karena itu ia berharap melalui kejuaraan ini potensi atlet muda akan bermunculan.
‘’PBSI Gowa ingin jadi barometer perkembangan dan kemajuan bulutangkis di Sulsel. Itulah mengapa PBSI Gowa melaksanakan kejuaraan ini. Tentu kami berharap kepada PBSI Sulsel terus smendukung kegiatan PBSI Gowa,” katanya.
Prestasi cabang olahraga bulutangkis di Sulsel sejak PBSI Sulsel dinakhodai Devo Khaddafi memang cukup pesat. Data yang diperoleh dari Pengurus Pusat PBSI, atlet Sulsel yang sudah mendapatkan id sudah hampir mencapai 1000 atlet. Sulsel bahkan masuk dalam 10 besar nasional.
‘’Ini karena banyaknya even yang digelar selama beberapa tahun terakhir oleh PBSI Sulsel baik even lokal, regional maupun nasional,” ungkap Devo.(riel).





