Ketum PTMSI Kota Makassar, Andi Akbar, mengaku bersyukur karena mendapat izin dan bisa mengadakan penataran pelatih tenis meja tingkat madya. Ia mengakui dualisme kepengurusan di organisasi cabang olahraga yang satu ini salah satu yang menghambat berbagai event.
“Seandainya tidak terjadi dualisme kepengurusan di PTMSI, kami siap melaksanakan Kejurnas Tenis Meja,” cetus Andi Akbar yang sehari-harinya berprofesi sebagai dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM).
Ketua Panitia, Dr Wahyudin, dalam laporannya mengatakan latar belakang diselenggarakannya penataran pelatih tenis meja tingkat madya karena kurangnya pelatih yang berkualifikasi dan perlunya pendekatan kepelatihan secara ilmiah.
Di sisi lain, lanjut Wayuddin, ada persyaratan pelatih yang boleh menangani suatu tim dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) berdasarkan UU SKN Nomor 3 Tahun 2005 dan PP Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.
“Berdasarkan itulah, maka kami mengusung tema Dengan Penataran Pelatih Tenis Meja Tingkat Madya (Provinsi), Kita Tingkatkan Kualitas Pelatih yang Berlisensi dengan Menggabungkan Iptek dan Praktisi Tenis Meja,” tegas Wahyudin.(riel)





