Restoran dan Villa ‘Rindu Alam’ Perpaduan Wisata Alam dan Kuliner yang Selalu Dirindukan

  • Whatsapp
Villa Rindu Alam di kawasan batu lapisi, Malino, kabupaten Gowa. (FOTO: SRI SYAHRIL)

HUJAN emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri. Pepatah kuno ini mengilhami Syafrudin Nawawi, SH, owner Saung Rindu Alam dan Villa Rindu Alam untuk kembali ke kampung halamannya.

Syafrudin Nawawi bersama istri, Andi Mindaryana Yunus, SH dan dua putrinya,(DOK PRIBADI)

Baginya, Tanah Bugis, tanah  kelahiran kedua orangtua dan keluarga besarnya adalah tempat yang bisa menjadikannya orang sukses sekaligus mengabdikan diri sebagai notaris dan membangun kerajaan bisnis ‘Rindu Alam’ di bidang kuliner dan wisata.

Bacaan Lainnya

Syafrudin memulai langkahnya di dunia usaha bersama koleganya sesama komunitas offroader. Sebuah usaha yang mereka rintis di kawasan Pasar Segar, Panakkukang, Kota Makassar. Usaha itu bernama Top Score.

Merasa belum puas ia pun merintis usaha sendiri. Sebuah tempat wisata kuliner bernuansa alam ia bangun di Kabupaten Gowa. Saungnya mengelilingi kolam. Layaknya tempat wisata di Dusun Bambu, Lembang, Jawa Barat.

Ya, ‘Saung Rindu Alam’, namanya. Tempat wisata kuliner yang tertata apik nan indah ini terletak di Jl. Poros Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Karena indahnya tempat ini,  mereka yang sudah pernah berkunjung di restoran alam tersebut akan selalu merindukan untuk datang kembali demi menikmati berbagai menu yang ditawarkan sekaligus rindu menikmati indahnya alam. Seperti rindunya Syafrudin Nawawi saat masih menempuh pendidikan di Pulau Jawa untuk kembali ke kampung halamannya.

Meski ia lahir dan besar di Jakarta. Menghabiskan waktu dari TK hingga bergelar sarjana. Namun Syafrudin sadar kampung halamannya tetaplah di tanah Bugis.

Syafrudin tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Trisakti (Usakti), Jakarta,  tahun 1986. Usai meraih gelar Sarjana Hukum (SH) ia pun melanjutkan kuliahnya. ‘Kota Pahlawan’, Surabaya jadi pilihannya  demi meraih cita-citanya menjadi seorang notaris.

Owner restauran Saung rindu Alam, Syafrudin nawawi, SH bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mantan Kajati Sulsel dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat saat berkunjung ke Saung rindu Alam.(FOTO: DOIK PRIBADI)

Usai dikukuhkan menjadi pejabat pembuat akte tanah, pria kelahiran 18 September 1967 itu terbang ke Makassar. Syafrudin kemudian memulai profesinya. Beberapa tahun kemudian notaris yang hobby dengan olahraga otomotif ini mulai berbisnis. Bersama beberapa koleganya sesama offroader ia membuka usaha di kawasan Pasar Segar, Panakkukang Makassar.

Setelah itu ayah dua putri ini melirik usaha lain. Ia memilih usaha kuliner. Saung Rindu Alam, begitu ia memberi nama usaha barunya itu. Sebuah tempat wisata kuliner bernuansa alam dengan interior yang unik. Saungnya mengelilingi kolam yang terletak di Jl. Poros Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sejak Saung Rindu Alam beroperasi tahun 2019, kawasan  Pattallassang makin dikenal. Kawasan ini bak disulap. Dari hanya kawasan persawahan menjadi sebuah obyek wisata kuliner yang cukup terkenal.  Berbagai kalangan telah hadir di tempat nan asri ini. Tidak hanya sekedar mencicipi menu yang ditawarkan. Tetapi juga menikmati suasana alam yang indah nan asri dipandang mata. Termasuk para pejabat negara.

Owner Restauran Saung Rindu Alam, Syafrudin Nawawi bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin uno saat berkunjung ke restauran Saung Rindu Alam di Palangga, kabupaten Gowa.(DOK PRIBADI)

Pos terkait