Seperti Namanya, Rindu Alam Selalu Dirindukan
Ya, Rindu Alam, makin dirindukan banyak orang. Terkenal berkat tangan dingin pasangan Syafrudin Nawawi dan sang istri, Andi Mindaryana Yunus, SH. Sang istri yang juga seorang notaris dan telah memberinya dua putri inilah yang selama ini terus mendorong dan memotivasinya untuk terus melebarkan sayap bisnisnya.
Seperti rindunya Syafrudin Nawawi saat masih menempuh pendidikan di Pulau Jawa. Ya, Saung Rindu Alam yang selalu dirindukan oleh para customer. Wujudnya, nyaris seperti tempat wisata yang ada Dusun Bambu Lembang, Jawa Barat.
Namun Saung Rindu Alam jauh lebih indah. Indah dipandang mata. Karena penataannya yang begitu apik. Semua pengunjung yang datang akan betah duduk berlama-lama sambil menikmati menu dan suasan alam nan asri.
Bagi suami dari Andi Mindaryana Yunus, ini untuk memulai bisnis sampai akhirnya menjadi sukses, tentu butuh niat dan usaha yang serius.
‘’Calon pengusaha sukses harus punya mental kuat dalam menghadapi kemungkinan pasang surutnya dunia bisnis. Apalagi pada kondisi sekarang kita tengah diperhadapkan oleh masa pandemi Covid-19,” kata Syafrudin kepada INFOSULSEL.COM, Minggu (16/8/2021).

Usaha yang dikelola Syafrudin boleh dikatakan berhasil. Selain usaha kuliner, diam-diam ia juga membangun beberapa villa di Malino. Namanya Villa Rindu Alam.
Villa dengan konsep Eropa klasik ini pun cukup diminati banyak orang. Lokasinya berada di atas bukit nan hijau di kawasan Batu Lapisi, Tinggi Moncong, Malino, Kabupaten Gowa.
Di depan villa tersebut sejauh mata memandang terdapat hamparan hutan pinus yang luas nan hijau yang diapit pegunungan, semakin menambah indahnya pemandangan.
Villa berlantai dua itu terlihat semakin elegan dengan balutan cat putih dikombinasi cat warnah merah. Di bangun di atas tanah berbukit seluas 600 meter persegi dengan penataan taman indah yang luas.
Bukan tanpa alasan Syafrudin memilih Rindu Alam untuk usaha yang dikelolanya. Alasannya sederhana. ‘’Saya memang suka dengan nuansa alam,’’ katanya singkat.
Nama ini muncul karena ia berpikir, orang yang ke tempat wisata harus ada rasa yang bisa menyatu dengan jiwa seseorang.
‘’Jadi saya mencoba menciptakan suasana lain. Menciptakan agar orang bisa menyatu dengan alam agar orang bisa terkesan dan merindukan tempat saya. Itulah sehingga saya menamakan Rindu Alam,’’ jelas Syafrudin.






