Restoran dan Villa ‘Rindu Alam’ Perpaduan Wisata Alam dan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Villa Rindu Alam di kawasan batu lapisi, Malino, kabupaten Gowa. (FOTO: SRI SYAHRIL)

Menara Eiffel di Kampung Eropa Malino

Tempat wisata kuliner Saung Rindu Alam dan penginapan berupa villa Rindu Alam ternyata belum cukup bagi Syafrudin untuk memanjakan masyarakat banyak. Ia bahkan berencana akan melebarkan sayap usahanya. Konsepnya tetap masih bernuansa alam dan masih tetap di kawasan wisata Malino, kabupaten Gowa.

Bacaan Lainnya

Usaha baru yang akan ia bangun adalah sebuah perkampungan Eropa. Di kawasan ini nantinya akan dibangun  sembilan villa.  Luas lahannya tidak tanggung-tanggung. Kampung Eropa akan dibangun di atas lahan seluas 6000 meter persegi.

‘’Sisa menunggu sedikit lagi. Kalau urusan adminsitrasinya sudah rampung akan segera kita lakukan peletakan batu pertama. Insya Allah akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Kalau bukan bulan ini, mungkin bulan depan (September),’’ ungkap Syafrudin.

Kampung Eropa yang akan dibangun berupa sembilan villa yang mirip tempat wisata terkenal di Eropa. ia juga kan membangun miniatur Menara Eiffel Paris, Perancis. Selain itu di kawasan Kampung Eropa juga nanti akan dibangun Kincir Angin yang terkenal di Belanda. Kincir angin tersebut  mirip kincir angin di Desa Kinderdijk, Alblasserwaard, Provinsi Belanda Selatan. Daerah ini memang dikenal dengan 1.000 kincir yang menjadi salah satu tempat wisata yang paling populer di Belanda.

Menara Eiffel akan dibangun di Kampung Eropa, Malino.

Selain itu juga akan ada bangunan musollah dengan gaya Santorini yang terkenal  di Yunani. Bangunannya akan dibangun cukup besar sebagai tempat ibadah di antara villa-vila yang  akan dibangun. Selain menara Eiffel, kincir angin, Syafrudin juga akan menghadirkan sebuah restoran besar dengan gaya Eropa Klasik di antara sembilan villa yang juga bergaya Eropa Klasik.

”Selama ini belum ada restoran yang representatif. Saya ingin menjadikan restoran itu sebagai tempat masyarakat berkumpul menikmati suasana yang lain saat menggelar acara. Menu yang kami siapkan beraneka ragam. termasuk juga masakan kontinental khas Eropa. Ini agar bisa menjadi magnet untuk masyarakat. Tentu kami berharap ini akan menjadi ikon baru di Malino,” ungkap Syafruddin.

‘’Tunggu saja. Yang pasti saya optimis ini akan menjadi ikon baru di Sulsel dan menjadi salah satu daya tarik obyek wisata di Malino. Apalagi bapak Bupati Gowa sangat mendukung. Bahkan saya sudah ditagih sama pak bupati, kapan nih dimulai,” tambahnya.

Dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa  membuat Syafruddin berencana akan banyak menginvestasikan dananya di daerah ini.

‘’Saya melihat pak Bupati  berpikir prospek ke depannya. Karena usaha seperti ini lebih menjanjikan dan bisa menaikan nama daerah,’’ katanya.

Pos terkait