Minim Anggaran, Sulsel Target 10 Besar PON XX Papua, Pengamat : Tidak Realistis

ILUSTRASI

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) membebani para atlet di posisi 10 klasemen akhir PON XX 2021 Papua.  Demi memenuhi ambisi itu 20 medali emas wajib diraih oleh 17 cabor. Target itu jadi harga mati.

Target Sulsel kali ini turun empat strep jika dibanding PON XIX Jawa Barat. Kala itu posisi enam jadi incaran. Namun gagal karena berakhir di posisi 12. Sama seperti di PON XVII 2012 di Pekanbaru.  Posisi lima juga jadi incaran. Namun juga gagal. Sebab Sulsel hanya mampu di posisi tujuh klasemen akhir dengan perolehan 19 emas, 17 perak dan 21 perunggu.

Bacaan Lainnya

Pada PON Jabar Pemprov Sulsel menggelontorkan anggaran besar, Rp 87 miliar. Dana sebesar itu untuk membiayai  321 atlet 72 pelatih, 25 manajer dan 25 mekanik. Mereka tersebar di 40 cabang olahraga. Delapan cabor di antaranya merupakan cabor  eksebisi.

Namun sayang. Target tersebut juga tak tercapai.  Sulsel hanya berada di urutan 12. Medali yang didulang total hanya 63 keping. Rinciannya 12 medali emas, 23 perak dan 28 medali perunggu.

Menghadapi PON Papua, nasib Sulsel sungguh ironis. Pemprov Sulsel hanya memodali KONI lewat dana hibah Rp 20 miliar. Belakangan, ada tambahan Rp 10 miliar. Tetapi dana itu dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel. Menurut Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Dr Muchlis Mallajareng, dana itu digunakan untuk TC dan Perlengkapan kontingen berbasis kinerja yang mejadi kegiatan Dispora Sulsel.

Target 10 besar yang sudah jadi harga mati dengan dana seret, sebuah target yang menurut sejumlah pengamat olahraga terlalu berlebihan dan muluk-muluk.

‘’Sangat tidak realistis,” cetus Abdi Satria, wartawan olahraga senior yang sudah hampir 30 tahun malang melintang meliput pesta olahraga multi event baik nasional maupun level dunia.

Kadispora Sulsel Andi Arwien Azis.(IST)

Pos terkait