ARA Gelar Sosialisasi Perda Layanan Persampahan

  • Whatsapp

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Wakil Ketua DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali melakukan sosialisasi peraturan daerah (Perda) nomor 11 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan persampahan/kebersihan.

Sosialiasi ini digelar di Hotel Grand Asia, jalan Boulevard, Makassar, Rabu (13/10/2021). Dihadiri oleh masyarakat di berbagai kelurahan, khususnya dari  pemilihan (Dapil) IV Panakukkang-Manggala.

Bacaan Lainnya

Hadir sebagai narasumber Wakil Ketua DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali, Plt Kabid Persampahan dan LB3 Dinas Linkungan Hidup Kota Makassar, Kahfiani dan guru besar Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin, Prof. Syarifuddin.

Dalam pemaparannya, legislator dari fraksi Demokrat ini mengatakan, perihal sampah saat ini sudah menjadi permasalahan besar di kota-kota yang banyak penduduknya.

Menurut ARA, sapaan akrab koordinator badan anggaran DPRD Makassar, ini terjadi karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah ditambah dengan ketidakcapan pemerintah dari segi kebijakan.

“Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa salah satu permasalahan lingkungan utama yang ada di daerah-daerah di Indonesia adalah permasalahan sampah. Tidak terkecuali di Makassar. Bagi saya, sebelum terlalu jauh membahas kota dunia, maka persoalan sampah harus lebih awal dibenahi,” jelasnya.

Menyinggung soal kompensasi, Ketua DPC partai Demokrat Makassar ini menegaskan, bagi masyarakat yang terdampak sesungguhnya tidak perlu meminta atau bermohon kepada pemerintah dan Pemkot untuk mendapatkan dana tersebut.

Sebab, kata dia, secara otomatis masyarakat berhak menerima dan menuntut pemerintah dan Pemkot bila tidak menerimanya.

“Kompensasi adalah imbalan bagi masyarakat sekitar yang terkena dampak pengelolaan sampah. Kompensasi itu meliputi biaya relokasi, pemulihan lingkungan, biaya pengobatan dan kesehatan, serta kompensasi lainnya,” tandasnya.

“Di TPA Antang ini menurut saya harus menjadi perhatian besar pemerintah. Karena, warga selain mencium aroma tidak sedap juga daerah tersebut rawan banjir akibat dari tumpukan sampah,” tutupnya. (andi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan