Holi dan John Yambe Harapan Sulsel di Cabor Tinju

Josua Holy masihor (sudut merah).(FOTO: SRI SYAHRIL)

Holy berasal dari Sasana Tinju Hasanuddin, salah satu sasana yang dibina  Kodam XIV/HSN. Ia dilatih oleh ayahnya, seorang anggota TNI AD yang bertugas di Kodam XIV/Hasanuddin.

Sementara itu calon lawannya juga menjadi andalan Provinsi Bangka Belitung (Babel). Ade Ilham Tapajati satu-satunya atlet tinju Babel yang lolos PON. Anggota TNI Angkatan Udara (AU) ini juga dibebani prestasi tinggi.

Bacaan Lainnya

Ade Ilham bergabung di sasana Banteng, Bangka tengah sejak 2014. Ia diasuh oleh Anton Sutami. Sebelumnya ia berlatih di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Selama bergabung di Bangka Tengah, petinju yang memiliki tinggi 180 Cm ini sudah beberapa kali ikut kejuaraan nasional. Di antaranya Pra PON Batam 2015 dan PON XIX 2016 Jawa Barat.

Ilham adalah pemegang medali emas Piala Kapolri pertama di Jambi, tahun 2017. Ia juga merebut medali emas Piala Pursi di Palembang tahun 2018 dan merebut medali perunggu Kejurnas Lampung tahun 2018.

Meski Ilham sudah latihan di Sasana Dirgantara milik Mabes TNI AU di Cilangkap, Jakarta, ia tetap setia bertanding atas nama Babel. Pria tinggi 180 sentimeter ini terus berbenah untuk memperbaiki Banteng Boxing Camp, yang terletak di simpang empat Bangka Tengah.

Berkaca dari prestasi keduanya, di atas kertas kekuatan keduanya berimbang. Pelatih tinju Sulsel, Dufri Masihor dan Albert Lala’ar tidak mau sesumbar. Instruksinya kepada Holy, memaksimalkan tiga ronde di atas ring.

‘’Ini kesempatan bagi Holy untuk memaksimalkan penampilannya. Yang pasti kami sudah siap tempur. Seperti yang saya tegaskan sejak awal, kami tak pilih-pilih lawan. Di atas ring semua petinju sama hebatnya. Tergantung strategi pelatih dan atlet di atas ring. Kalau mau menang, ikuti instruksi pelatih,” kata Dufri yang diamini Albert lala’ar.(riel)

John Yambe (sudut biru).(FOTO: SRI SYAHRIL)

Pos terkait