Kesiapan tersebut dituangkan melalui berbagai program dan layanan. “Kita hadirkan promo 10 persen setiap hari Minggu atau hafi libur. Hari ini ada gratis ongkir dalam rangka ulang tahun Kota Makassar. Kemudian ada promo 10 persen untuk kiriman internasional, hingga same day delivery antar kota Makassar. Banyak promo lain yang memang dijalankan untuk memberikan kemudahan ke pelaku UKM,” jelas Suci.
Bincang virtual ini juga dihadiri oleh pelaku UKM. Di antaranya CEO dan Founder dari Mogu Indonesia, Bagus Sarwono serta Owner Rumah Anyamandiri, Elsa.
Stigma pandemi yang berdampak negatif bagi semua sektor usaha ternyata tak ditemui pada kisah Bagus membangun Mogu Indonesia, yang justru dibanjiri pesanan semenjak COVID memasuki Indonesia.
“Covid-19 datang menjadi tantangan dan berkah bagi kami karena semua berbondong-bondong ingin menikmati minuman yang berbahan dasar jahe,” tukasnya.
Masih tergolong muda, Mogu Indonesia adalah UKM yang memproduksi minuman khas Makassar yang dikenal dengan nama Saraba. Khas dengan jahe merah yang bercita rasa tradisional. Bagus menilai konsistensi dalam menjaga kualitas jahe yang digunakannya menjadi diferensiasi produknya dibanding dengan produk kompetitor.
Kesuksesan Bagus merambah pasar yang luas didukung oleh upaya digitalisasi yang dilakukannya. “Kami coba merambah sisi online. Kita sasar semua marketplace yang ada. Kami menyasar dua yang paling umum yaitu Shopee dan Tokopedia. Ini yang kami coba akselerasi. Di samping itu kami manfaatkan media sosial,’’ katanya.
Selama ini Bagus mengajak kaula muda bergabung untuk menyasar sisi-sisi konten kreatif di Instagram. ‘’Ini membantu pasarkan produk kami di media sosial,” ujarnya.






