Mahasiswa KKN UIN-AM 66 Lakukan Penyuluhan Pernikahan Dini dan Akurasi Arah Kiblat

  • Whatsapp
Mahasiswa KKN UIN-Alauddin Makassar angkatan 66 di Desa Samaenre, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulsel mengadakan penyuluhan hukum. Temanya, ‘Membangun Kesadaran Hukum Terkait Problematika Pernikahan Usia Dini dan Akurasi Arah Kiblat’.(FOTO: MAHASISWA KKN UIN-AM ANG.66)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Mahasiswa KKN UIN-Alauddin Makassar angkatan 66 di Desa Samaenre, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Suklawesi Selatan (Sulsel) mengadakan penyuluhan hukum. Temanya, ‘Membangun Kesadaran Hukum Terkait Problematika Pernikahan Usia Dini dan Akurasi Arah Kiblat’. Penyuluhan dilaksanakan di Masjid Nurul Amin Desa Samaenre dan dibuka oleh Kepala Desa  Samaenre, Andi Majjalekka, Senin (8/11/2021).

‘’Penyuluhan hukum ini sangat bermanfaat.  Saya mengimbau kepada masyarakat agar melaksanakan dan menindaklanjuti apa yang didapat dari penyuluhan ini,” tegas A. Majjalekka di depan warganya.

Pernikahan dini dan akurasi arah kiblat adalah dua masalah yang dihadapi oleh masyarakat di Desa Mallawa dari dulu.  Terutama di dua dusun, Bonto Siring dan Mallenreng

‘’Dulu Dusun, Realolo dan Malempo juga begitu. Tapi sekarang praktek pernikahan dini sudah jarang dijumpai. Tapi masih tersisa dua dusun lagi, yang memang masih butuh pemahaman, Bonto Siring dan Mallenreng ,” ungkapnya.

Menurut Majjalekka, masyarakat pedesaan jaman dulu menentukan arah Kiblat  sesuai arah matahari tenggelam. ‘’Padahal Kiblat itu mengarah ke barat laut. Sedangkan matahari tenggelam di Barat,’’ jelasnya.

‘’Berangkat dari dua problem inilah mahasiswa KKN UIN menginisiasi penyuluhan dalam upaya edukasi kepada masyarakat dengan pengetahuan baru yang lebih tervalidasi,’’ timpal Adam Fortuna, Koordinator Desa KKN UIN-AM angkatan 66 di Samaenre.

Pos terkait