ARA : Resiko Tinggi, Perawat Butuh Perlindungan Hukum

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dari Fraksi Partai Demokrat, Adi Rasyid Ali, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar di Hotel Gran Maleo, Jalan pelita Raya, Rabu (15/6/2022).

Sosper angkatan ke-8 ini membahas terkait Perda nomor 4 Tahun 2019 tentang Perlindungan Perawat. Hadir sebagai narasumber yakni dr Nurhayati Musada, Kepala Puskesmas Pattingaloang, Kota Makassar dan  Hj. Andi Amalia Malik, Wakil Direktur Umum (Dirum) dan Keuangan RSU Daya, Makassar.

Bacaan Lainnya

Bagi Adi Rasyid Ali, perawat salah satu ujung tombak dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Makassar. ‘’Olehnya itu butuh payung hukum untuk melindungi perawat. Dalam melaksanakan tugas-tuganya melayani masyarakat perawat juga butuh dilindungi melalui sebuah peraturan,” tegas legislator yang akrab disapa ARA ini.

ARA menegaskan, profesi perawat memang memiliki risiko paling tinggi dibanding profesi lain di dunia kesehatan. Apalagi saat masa pandemi Covid-19. Sebab, perawat bekerja memenuhi kebutuhan pasien dalam 24 jam.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar ini menyebut dari ratusan perawat yang terpapar sebagian besar tidak menangani pasien Covid-19 secara langsung. Mereka terpapar bisa jadi karena menangani pasien yang orang tanpa gejala (OTG).

Hal lain yang ditekankan Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini yakni dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat perawat wajib bekerja maksimal.

Sementara itu Nurhayati Musada menegaskan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat perawat bekerja ikhlas tanpa membedakan-bedakan satu sama lain.

‘’Seperti halnya dokter. Perawat dalam bekerja tak mengenal waktu dan strata sosial. Semua diperlakukan sama. Mereka bekerja 24 jam.  Dokter dan perawat punya peranan masing-masing yang sama pentingnya. Karena itulah perawat juga butuh perlindungan,’’ katanya.(riel)

Pos terkait