Wartawan Olahraga dan Forum Cabor Sulsel Akan Gelar Dialog Terbuka Bertema ‘Carut Marut Pengelolaan Olahraga di Sulsel’

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Menutup tahun 2022 komunitas wartawan olahraga yang tergabung dalam Forum Bersama (Forbes) Wartawan Olahraga Makassar bekerja sama Forum Cabang Olahraga Sulsel akan menggelar dialog terbuka bertema ‘Carut Marut Pengelolaan Olahraga di Sulsel’.

Dialog akan dilaksanakan di Cafe Ombak, Jalan Ujungpandang No. 6 Makassar pukul 13.30 WITA, Senin (26/12/2022) ,

Ketua Forbes Wartawan Olahraga Makassar Sri Syahril bersama Ketua Forum Cabor Sulsel Dr. H. Nukhrawi Nawir, M. Kes. AIFO, menjelaskan bahwa dialog ini akan membahas masa depan prestasi dan minimnya sarana dan prasarana olahraga di Sulsel.

‘’Dialog ini sangat penting. Apalagi jelang menghadapi babak kwalifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI-2023. ’Kita ingin mengetahui apa strategi dan solusi pengurus cabor dalam meloloskan atletnya ke PON XXI-2024 Aceh-Sumut. Yang terpenting juga adalah bagaimana Program KONI Sulsel. Apa program andalan mereka, karena selama terbentuknya Pengurus KONI SULSEL Masa Bakti 2022-2026 belum pernah ada rapat dengan seluruh Pengurus Cabor. Juga solusi dalam rangka menghadapi Pra PON 2023 di tengah keterbatasan anggaran,” jelas Sri.

Apalagi, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Sulsel memberi target tinggi kepada pengurus KONI SULSEL untuk meraih lima besar pada PON XXI-2024 Aceh-Sumut. Sementara di sisi lain anggaran yang disiapkan sangat terbatas.

‘’Kalau strategi dan solusi tidak jelas dan tidak didukung dengan anggaran yang memadai, target lima besar sangat tidak masuk akal. Ini mision imposible. Apalagi anggaran yang dialokasikan tahun anggaran 2023 hanya Rp 5 miliar,” ungkapnya.

Menurutnya, meraih prestasi olahraga itu tidak semudah mengucapkan kata-kata. Juga tak semudah membalik telapak tangan. Harus terjadi sinergitas yang kuat antara Koni Sulsel dengan Pengprov Cabor, karena Koni Sulsel tidak punya atlet yang punya atlet adalah Pengrov Cabor, tegas Nukhrawi Nawir.

‘’Harus didukung dengan sarana dan prasarana serta anggaran yang memadai. Ngurus olahraga itu juga bukan untuk gagah-gagahan. Apalagi ngurus KONI seperti di Sulsel. Harus dijauhkan dari hal-hal yang berbau politik. Sebab ini bukan lembaga untuk mencari popularitas demi meraup suara pada kontestasi politik. Dibutuhkan keseriusan, sinergitas, dan komitmen besar. Juga rela berkorban, finansial dan waktu. Kadang juga harus korban perasaan,’’

Pada dialog ini panitia mengundang sejumlah tokoh sebagai pembicara. Di antaranya Kadispota Sulsel, Ketum Koni Sulsel, Ketua Komisi E DPRD Sulsel dan pihak akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Wakil dari KONI Kab/Kota..
“Kami berharap dari diskusi ini akan ada komitmen bersama dan solusi terbaik demi meraih prestasi sesuai target yang diharapkan oleh Gubernur Sulsel pada PON XXI 2024 Aceh-Sumut.
Dialog ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti semua pihak yang peduli dengan kemajuan olahraga Sulsel.(calu)

Pos terkait