Rudenim Makassar Kawal Tiga WNA Menuju Negara Ketiga

Apa Itu Pemukiman Kembali? 

Selama menetap sementara di Makassar pengungsi asal Jazirah Arab ini mengaku   sangat bersyukur. Sebab mereka mendapatkan giliran resettlement. Ia berharap di negara tujuannya ia bisa hidup layak demi mengejar mimpinya seperti masyarakat lainnya.

Sebelumnya, pada akhir Mei 2023 lalu Rudenim Makassar juga melakukan hal yang sama terhadap dua pegungsi imigran asal Afganistan, Zakir dan Mirza menuju Australia. Keduanya mendapat giliran resettlement setelah 11 tahun tinggal di kota Daeng.

Bacaan Lainnya

Pemukiman kembali adalah satu dari tiga solusi jangka panjang tradisional yang dilakukan oleh UNHCR dalam menangani pengungsi. Dua solusi lain, pengembalian ke negara asal (repatriasi) secara sukarela dan integrasi dengan masyarakat lokal.

Menurut UNHCR, pemukiman kembali merupakan “solusi favorit” yang diharapkan oleh para pengungsi. Namun jumlah yang tersedia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data UNHCR, jumlah pengungsi asal luar negeri yang masukdi Indonesia sekitar 13.700 orang. Khusus di Makassar tercatat sekitar 1.300 orang. Para pengungsi imigran yang datang dari berbagai negara ini ditampung di 20 tempat penampungan khusus.(riel)

Ilustrasi Imigran pencari suaka.(DOK)

Pos terkait