Enam Petinju Sulsel Berburu Tiket Final PON Aceh-Sumut

Di partai pamungkas semifinal pertama Sulsel menurunkan petinju andalannya, Jhon Yambe. Dia juga anggota TNI Angkatan Darat (AD). Sehari-hari bertugas di Batalyon 726/TML berpangkat Prajurit Kepala (Praka). Petinju berdarah Papua ini akan menantang eks petinju Pelatnas SEA Games wakil Jawa Barat, Brama Hendra Betaubun di kelas 75-80 Kg.

Keempat petinju Sulsel mengaku sangat siap menghadapi lawan-lawannya. Mereka tak gentar meski lawan yang dihadapi petinju sarat pengalaman. Bahkan dua di antaranya eks penghuni Pelatnas SEA Games.

Bacaan Lainnya

Jhon Yambe, misalnya. Dengan persiapan yang cukup matang, dia mengaku akan membuktikan kalau di Indonesia saat ini dialah  yang terbaik di kelasnya. ‘’Saya tahu, calon lawan saya adalah mantan penghuni Pelatnas. Tapi, itu dulu. Saya akan buktikan kalau besok kelas 75-80 milik saya,” tegas Jhon.

Peringatan serupa datang dari Kore Pira. Meski dia pendatang baru di dunia tinju tanah air namun anggota Kostrad Yonif 431/SSP Kariango, Kabupaten Maros, Sulsel ini tak ingin dipandang sebelah mata.

‘’Saya memang pendatang baru. Tapi jangan pernah pandang enteng saya. Akan saya buktikan kalau saya yang terbaik,” kata Kore menebar ancaman.

Petinju Sulsel lainnya yakni Ricky Pratama, tak mau mengumbar janji. Ia hanya senyum saat ditanya strateginya menghadapi lawan. ‘’Kita lihat nanti di atas ring,” jawab putra sulung eks petinju Sulsel almarhum DR Joni Muis ini, singkat.

Hal yang sama disampaikan peraih medali perunggu PON XX Papua 2021, Josua Holy Masihor. ‘’Tidak ada petinju yang mau kalah di atas ring. Saya pun begitu. Saya datang ke sini untuk menang. Karena itu saya terus berusaha, berlatih dan berdoa kepada Tuhan, agar selalu menolong dan melindungi saya. Karena saya selalu yakin Tuhan baik dan selalu menolong saya,” katanya.(riel)

 

Pos terkait