INFOSULSELS.COM, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara menggelar dialog yurisdiksi kakao. Diskusi ini bertajuk “Mendorong Kakao Berkelanjutan di Indonesia Melalui Ketertelusuran dan Inklusi Petani”. Kegiatan ini berlangsung dua hari, 3-4 Juni 2025.
Dialog ini kerjasama Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Tropical Forest Alliance (TFA), Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro), Cocoa Sustainability Partnership (CSP), dan Solidaridad (Sol). Tujuannya untuk mendukung transformasi strategis sektor perkebunan Indonesia yang berperan besar untuk perekonomian nasional, khususnya kakao.
Diskusi ini sebagai bagian dari inisiatif Sustainable Agriculture for Forest Ecosystems (SAFE), sebuah program global yang didanai oleh Uni Eropa, Pemerintah Jerman dan Pemerintah Belanda. SAFE diimplementasikan di 10 negara dalam kemitraan dengan pemerintah di masing-masing negara. SAFE juga melaksanakan dialog regional di tiga kawasan: Andes, MERCOSUR, dan Asia Tenggara.
Di Asia Tenggara, dialog regional difokuskan pada Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini. Inisiatif ini diimplementasikan oleh GIZ. Melibatkan konsorsium yang diketuai Tropical Forest Alliance – Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD).
Sebagai salah satu sentra produsen kakao terbesar di Indonesia adalah Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Daerah ini dipilih menjadi lokasi dialog yurisdiksi karena angka produksi kakao yang baik. Juga tingginya keterlibatan berbagai pihak dalam upaya peningkatan produksi kakao secara berkelanjutan.






