Pemkab Lutra Gelar Dialog Yuridiksi Kerjasama Uni Eropa Demi Meningkatkan Ekspor Kakao 

Oplus_0

Peluang Peningkatan Perekonomian

Selain itu, pemerintah daerah memiliki prioritas pembangunan “Kakao Lestari, Rakyat Sejahtera” untuk sektor pertanian.

“Komoditas kakao merupakan tulang punggung ekonomi Luwu Utara. Sektor ini menyumbang 22 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Utara, Jumar Jayair Lussa pada pembukaan acara.

Menurut  Jumar, Lutra merupakan salah satu pemasok kakao yang berkelanjutan dan bebas deforestasi melalui beberapa brand internasional. ”Produknya banyak masuk ke pasar Eropa . Dengan demikian, permintaan pemenuhan pasar global untuk produk kakao yang ber-ketertelusuran, legal, dan bebas deforestasi seharusnya bukan hal yang sulit,” tambah Sekda Jumar.

Eloise O’Carroll, Program Manager for Forestry, Natural Resources, and Energy, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia menyampaikan, saat ini peningkatan permintaan global untuk komoditas yang berkelanjutan dan bebas deforestasi bisa menjadi peluang peningkatan perekonomian daerah melalui pertumbuhan hijau.

Hal ini selaras dengan komitmen Indonesia untuk menurunkan laju deforestasi sebesar 56 persen pada 2030 yang tertera di dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC).

“Negara anggota Uni Eropa seperti Belanda, Jerman, Estonia, Spanyol, dan Perancis merupakan konsumen terbesar kakao dari Indonesia. Meskipun terus meningkat, total impor kakao dari Indonesia ke EU relatif masih kecil, hanya sekitar 5 persen di 2024 dengan nilai sebesar EUR 223 juta,” ujar Eloise.

“Sebagai konsumen coklat terbesar di dunia, pasar Eropa menawarkan peluang bagi Luwu Utara sebagai tujuan ekspor stabil selama kriteria keberlanjutan terpenuhi. Melihat peningkatan signifikan Indonesia dalam mengurangi deforestasi selama satu dekade terakhir, kini Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk meningkatkan ekspor kakao berkelanjutan ke Uni Eropa,” tambah Eloise.

Petani kakao sedag membeprsihkan kakao yang baru dipanen.(DOK)

Pos terkait