Startup World Cup Kini Hadir di Makassar

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Fenox Venture Capital (VC) menggelar roadshow Startup World Cup (SWC) di kota ke enam yaitu Makassar, yang digelar di hotel Aston,Selasa, (8/8/2017).

Roadshow ini terdiri dari coaching dan kompetisi pitching. Lebih dari 500 startup menghadiri kompetisi pitching dan lebih dari 30 startup berkompetisi pitching di lima kota sebelumnya. Bekraf membuka peluang startup daerah untuk berada di panggung global. Para startup daerah pemenang roadshow ini berkesempatan menuju konferensi SWC di Silicon Valley yang diselenggarakan Fenox VC tahun depan dengan menjuarai SWC Wild Card Round Final.

Bacaan Lainnya

“Tiga besar pemenang SWC Wild Card Round Final berpeluang bertemu lebih dari 200 investor global, 300 ksekutif perusahaan besar, dan 500 startup global pada konferensi SWC 2018,” tutur Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo.

Roadshow SWC masih akan berlangsung di dua kota lagi, yaitu STIE Madani Balikpapan, Kalimantan Timur (10-11/8) dan Universitas Internasional Batam (14-15/8). Para startup Indonesia masih berpeluang bergabung melalui pendaftaran online yang informasi lengkap tertera pada http://www.bekraf.go.id/berita/page/12/roadshow-swc-2017.

Selain bergabung pada roadshow SWC, para startup Indonesia juga berkesempatan ke Grand Final SWC 2018 di Silicon Valley dengan memenangkan SWC Regional Asia  Tenggara yang diselenggarakan Bekraf dan Fenox VC di Jakarta September mendatang. Pendaftaran masih terbuka secara online pada http://www.startupworldcup.io/indonesia-regional.

“Tahun lalu, Ahlijasa, startup asli Indonesia mendapat juara tiga Grand Final SWC 2017 di Silicon Valley. Tahun ini, kami juga berharap Indonesia menjuarai SWC Regional Indonesia. Sehingga, satu lagi startup Indonesia bisa bersaing dengan startup global pada Grand Final SWC 2018,” tambah Fadjar.

SEA Regional Manager Fenox VC Retno Dewati Mengungkapkan kerjasama Fenox VC dan Bekraf dilandasi misi yang sama pada ekosistem startup di Indonesia.

“Kami (Fenox VC) melihat Bekraf sangat aktif di dunia startup. Karena itu kami menawarkan kerjasama dengan menyelenggarakan SWC Regional Asia Tenggara yang diselenggarakan di Indonesia. Kami juga menerima persyaratan Bekraf, yaitu roadshow SWC di berbagai kota di Indonesia,” ucap Retno.

CEO & Co-Founder Indoproc Andry Suhaili, salah satu narasumber coaching dan talkshowsekaligus juri roadshow SWC Makassar mengungkapkan kekagetannya saat hadir pada roadshow SWC Medan. Ia beranggapan startup dari Medan jarang sekali muncul, tetapi jumlah peserta dan produk startup Medan cukup menarik dan tidak kalah dengan startup ibukota.

Ekspektasi Andry terhadap startup Makassar cukup tinggi, terutama dari segi komunitas dan segi exposure dari teknologi. “Mudah-mudahan ya bisa serame dan semenarik Medan,” ucap Andry.

Pada saat coaching, Andry menjelaskan cara mempersiapkan pitchdeck, mulai dari point yang perlu ada, content, visual, bisnis model, dan produk startup. Menurut Andry, penilaian yang palig penting adalah traction.

Andry menambahkan, “ide itu mudah dan semua orang bisa punya ide. Pertanyaannya adalah apakah founder bisa eksekusi, minimal prototype. Sehingga, pengetahuan dan tim penting. Ide dan produk bisa dipikirin. Traction, apa ada konsumen atau pasar untuk produk.

Andry mengakui sudah cukup puas atas inisiatif-inisiatif Bekraf dengan mendukung investor dan startup. “Saya sudah cukup terkesan dengan inisiasi-inisiasi dari Bekraf. Buat (startup) yang belum gabung (roadshow SWC), jangan takut untuk bergabung. Apply saja secara online,” tegas Andry

Retno menambahkan, “startup yang dicari dewan juri sebagai pemenang dari masing-masing kota yaitu yang setidaknya ada produk, bisnis model, dan market yang jelas.

Co-Founder Tarrasmart, Cristianto Rian, salah satu startup Makassar yang mengikuti roadshow SWC tahun lalu mengakui ia mendaftar lagi tahun ini karena belum terpilih menuju SWC Wild Card Round Final tahun lalu.

Tarrasmart merasakan banyak manfaat dari roadshow SWC. “Dulu idealis banget. Terus mulai belajar startup. Oh, ternyata 96% orang Indonesia menikmati hiburan lewat TV. Kenapa gak bikin TV dalam aplikasi,” ucap Co-Founder Tarrasmart Cristianto Rian.

Tahun lalu, Tarrasmart belum mempunyai validasi ide. Tahun ini, Tarasmart mulai fokus pada validasi ide, pasar, dan bermain data. “Dulu belum menyajikan data pada pitchdeck. Sekarang kami memberikan data real yang bisa dipakai 5 sampai 10 tahun. Sebenarnya saya sendiri bangga ada pemerintah. Mungkin ke depannya lebih bisa menyentuh Indonesia Timur dan lebih merata programnya,” jelas Cris terkait

 

 

Penulis : Wawan
Editor : Anwar

Pos terkait