INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Front Mahasiswa Kerakyatan dan Serikat Perempuan Indonesia yang tergabung dalam Federasi Mahasiswa Kerakyatan Makassar (FMKM) melakukan aksi demo memperingati Hari Pelajar Sedunia (International Student Day) di Fly Over, Selasa (21/11/2017).
Hari Pelajar Sedunia yang jatuh pada 17 November ini menarik bagi FMKM. Mereka meminta Undang-Undang No 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi, dicabut. Tuntutan lainnya, meminta penghapusan larangan berorganisasi bagi mahasiswa baru.
“Pendidikan saat ini bergerak ke arah barbar, mahal dan sarat pembodohan, ” teriak Fajrin, salah satu peserta demo.
Tidak hanya itu, Fajrin juga menyoroti mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM) yang harus Drop Out (DO), UPRI, dan UP 45 Jogja,
“Pemberlakuan DO yang semena-mena bagi mahasiswa secara terang-terangan membungkam demokrasi,” tegas dia.
Senada, Jendral Lapangan Febri Akbar mengungkapkan keprihatinannya dan menuntut penghapusan pelarangan berorganisasi terhadap MABA dan fasilitas kampus yang tidak memadai.
“Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis dan berspektif kerakyatan dan cabut UKT/BKT,” tandas mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri (UIM) ini.
Penulis : Satriawan
Editor : Aril





