IYL : Ada Penguasa & Pengusaha Yang Mau Jegal Saya  

Calon Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo.(FOTO: ASRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Jalur independen. Itulah keputusan akhir yang diambil oleh pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar maju di Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan (Pilgub Sulsel) 2018.

IYL-Cakka tidak main-main. Pasangan ini bahkan sudah resmi mendaftar di KPU, Sabtu (25/11/2017). Modalnya, 1 juta foto copy e-KTP. Jumlah tersebut sudah lebih dari cukup. Sebab syarat minimal bagi calon perseorangan menurut Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latief hanya dibutuhkan 480.124 kartu e-KTP dari minimal 13 kabupaten/kota di Sulsel.

Bacaan Lainnya

Bukan tanpa alasan pasangan IYL-Cakka menempuh jalur independen. Baginya, rekomendasi Partai Demokrat dan PPP sebenarnya sudah cukup untuk mendaftar lewat jalur parpol. Namun  Ichsan punya pertimbangan lain.

‘’Saya tidak mau larut dalam jebakan yang dimainkan oleh para rival. Itu yang jadi alasan kenapa kami memilih jalur independen,” ungkap Ichsan, di Hotel Grand Asia usai mendaftar di KPU.

Jebakan yang dimaksud IYL adalah adanya upaya pembesar’, pengusaha dan pimpina parpol yang ingin menjegalnya. Tapi bukan IYL jika mundur. Justeru itu yang membuat adrenalinnya tertantang untuk  tetap maju pantang mundur.

Putra pendiri Partai Golkar di Sulsel, HM Yasin Limpo itu memang dikenal teguh dalam mempertahankan prinsipnya, prinsip para pemberani orang Bugis-Makasar, ‘Kualleangi Tallanga Natowalia’.  Suatu pepatah masyarakat Bugis-Makassar yang melambangkan keberanian menjalankan sebuah prinsip dengan penuh kearifan dan perhitungan yang matang.

Apalagi dalam genggamannya dua parpol telah mendukung dan berbekal 1,5 juta KTP dari rakyat Sulsel .  IYL memuji, bahkan tidak pernah meragukan komitmen Partai Demokrat. Sebab mekanisme dan sistem mengambil keputusan partai yang dipimpin oleh Presiden RI ke-6 itu, berjenjang. Beda dengan partai lain. Golkar, misalnya.

“Saya lama di Golkar. Tapi Demokrat jauh lebih baik dalam proses pengambilan keputusan. Sehingga baik nilai nominal apalagi soal moral politisnya sulit untuk menarik kembali dukungan kalau mereka sudah mengeluarkan rekomendasi,” sebut adik kandung gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo ini.

Begitu juga dengan PPP.  Hanya saja, lanjut IYL,  PPP ada potensi dualisme. “Nah, agar PPP tidak mendapat tekanan yang luar biasa dari pembesar dan pengusaha mungkin dengan jalur independen bisa menghentikan atau mengurangi tekanan terjadinya dualisme itu,” jelas IYL.

Melalui jalur independen, menurutnya semua bisa berjalan dengan baik. Rakyat yang memberi dukungan juga tidak kecewa. Baginya ini juga solusi yang tepat bagi PPP agar tidak berpotensi terjadi dualisme.

“Apa yang kami putuskan ini juga sudah dikoordinasiakan lebih dulu dengan parpol pendukung. Saya tidak mau melecehkan parpol yang telah mendukung kami,” kata politisi kelahiran 9 Maret 1961 ini menjawab pertanyaan INFOSULSEL.COM.

Risiko yang akan dihadapi pun sudah ia pikirkan matang-matang. Dan keputusan ini diyakini IYL tidak disangka oleh orang lain.  ‘’Kenapa kami tidak kemukakan ini sejak awal? Itu karena kami tahu ada kelompok lain yang menginginkan kami  tidak jadi masuk jadi calon,” tutur ayah Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL ini.

IYL menyebut ada upaya rivalnya ingin menjegal-jegal partai yang akan mengusungnya. “Partai kami dijegal. Bahkan ada potensi untuk menjegal satu partai lagi sehingga kami tak bisa masuk,” kisah suami dari Hj Novita Madonsa Amu Ichsan ini.

Skenario menjebak dirinya bukan tidak disadari Ichsan. Ia menyadari hal itu. Tapi ia seolah  masuk dalam skenario tersebut. Meski sebenarnya ia hanya  berpura-pura masuk ke dalam jebakan itu.

“Bahkan sampai kami membuat syukuran. Yang  seakan-akan kami akan serius masuk lewat jalur parpol. Tapi ternyata mereka salah,” papar ayah empat anak ini, tersenyum.

IYL-Cakka kini telah mantap maju lewat jalur independen. Karena itu ia mengingatkan kepada siapapun,  untuk tidak bermain api.  “Apakah dia pembesar, pengusaha, penguasa, pimpinan parpol yang masih mau menjegal, menarik, merayu dan menggoda pendukungnya untuk menarik dukungan,  berarti orang itu punya niat untuk melawan kotak kosong,” tegas Ichsan dengan mimik serius.

‘’Kalau ada pemikiran seperti itu berarti orang-orang itu tidak berpihak pada demokrasi, maka dia akan berhadapan dengan rakyat,” tegas Ichsan lagi dengan suara yang agak meninggi.

 

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait