INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Anak menantu Bupati Takalar non aktif, Burhanuddin Baharuddin yang kini kesandung masalah hukum, Andi Armal Al-Hakam harus pula berurusan dengan polisi.
Bukan tanpa sebab Andi Armal Al-Hakam digelandang petugas Polsek Panakkukang. Gegara ia diduga menganiaya Taswin Imransyah.
Peristiwa itu sebenarnya terjadi Senin (20/11/2017) siang sekitar puul 14.00 Wita di rumah korban yang berprofesi sebagai jaksa di Perumahan De Mutiara Blok B3 Nomor 10 Kecamatan Panakkukang, Makassar.
Saat itu pelaku mendatangi rumah korban. Keduanya terlibat pembicaraan terkait masalah hukum yang dihadapi Burhanuddin Baharuddin, yang tak lain mertua Andi Armal. Burhanuddin sendiri saat ini ditahan oleh Kejati Sulselbar karena dugaan tersangkut kasus dugaan tindak pidana korupsi.
Belum jelas masalahnya. Tiba-tiba Andi Armal, suami dari Fathy Urbany, putri sulung Burhanuddin ini emosi lalu memukul Taswin yang tengah duduk di hadapannya.
Akibatnya korban mengalami luka pada bagian kepala dan pelipis. Puas melampiaskan emosinya Andi Armal pun pergi meninggalkan korban.
Tak terima, Taswin langsung melaporkan penganiayaan dirinya ke Polsek Panakkukang. Saat itu juga petugas kepolisian langsung menjemput Andi Armal di rumahnya.
Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Panakkukang Komisari Polisi (Kompol) Ananda Fausi Harahap membenarkan peristiwa tersebut.
‘’Kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” kata mantan Kapolsek Ujungpandang itu.
Kepala Seksi Penerangan Umum (Kasipenum) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Kejati Sulselbar) Salahuddin mengaku masih sementara berkoordinasi dan belum mengetahui motif dari penganiayaan jaksa Taswin.
Salahuddin mengakui kasus yang menjerat Burhanuddin, ditangani tiga jaksa. Alah satunya Taswin Imransyah.
“Tadi malam saya sama jaksa penyidiknya dan mereka semua sehat walafiat, tidak ada yang luka,” ujarnya.
Penulis : Aril





