Gelontorkan Anggaran Rp703 M, Angka Partisipasi Pemilih di Sulsel Tak Capai Target

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR-Pelaksanaan pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 telah selesai. Di Sulsel selain Pemilihan Gubernur (Pilgub) juga ada pemilihan bupat dan walikota di 12 kabupaten-kota.

Berdasarkan data yang diterima desk Pilkada Pemprov Sulsel dari realease KPU Sulsel sampai 28 Juni jumlah suara sementara yang masuk sekitar 2.749.921. Adapun tingkat partisipasi pemilih sekitar 71,41 persen dari total 6.051.640 Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Bacaan Lainnya

Angka ini masih jauh dari target penyelenggara KPU bersama Pemprov Sulsel, 77 persen. Padahal berbagai upaya telah dilakukan penyelenggara termasuk bantuan sosialisasi dari Pemprov Sulsel.

Bahkan dari segi anggaran, Pemprov Sulsel mengucurkan dana sebesar Rp703 miliar untuk pelaksanaan Pilgub 2018. Anggaran ini terbagi untuk KPU Sulsel Rp434 miliar, Bawaslu Sulsel Rp141 miliar dan pengamanan Rp128 miliar.

Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono mengakui angka partisipasi pemilih di Sulsel tak mencapai target. Penyebabnya ada beberapa hal termasuk masalah Daftar Pemilih Tetap.

“Ada DPT yang double, ada C6 yang dibagi tapi tidak datang, termasuk sudah pindah. Lebih banyak soal akurasi data. Mungkin juga kondisi politik yang dinamis menjadi dugaan semua pihak membuat orang apatis,” kata Soni di Kantor Gubernur Sulsel, pada Kamis (28/6/2018).

Kendati demikian, ada beberapa daerah yang memiliki tingkat partisipasi yang tinggi. Diantaranya Pinrang (84%), Sidrap (82%), Wajo (81%) dan Parepare (80%). Sementara daerah dengan partisipasi paling rendah adalah Bulukumba (60,9%), Makassar (61,6%), Toraja Utara (63,4%) dan Luwu Timur (65,8%).

Meski demikian, Sumarsono menilai masyarakat sangat antusias dalam perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini. Ini berdasarkan pemantauan di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) selama dan setelah pemungutan.

Penulis: Mirsan
Editor: Yudhi

Pos terkait