Mahasiswa Gelar Aksi Serentak Desak Pencabutan Moratorium DOB dan Pemekaran Provinsi Tana Luwu

Aliansi Mahasiswa Tana Luwu menggelar aksi demonstrasi menuntut pencabutan Moratorium DOB dan Pemekaran Tana Luwu di bawah Fly Over, Makassar, Senin (14/1/2019) sekitar pukul 16.00 WITA.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tana Luwu menggelar aksi demonstrasi di bawah Fly Over, Makassar, Senin (14/1/2019) sekitar pukul 16.00 WITA.

Massa aksi yang berkisar lima puluhan orang lebih tersebut berasal dari berbagai kampus yang ada di Kota Makassar.

Bacaan Lainnya

Para demonstran menuntut agar Pemerintah Pusat segera mencabut Moratorium Daerah Otonom Baru (DOB) dan Memekarkan Provinsi Tana Luwu.

Menurut massa aksi, Provinsi Tana Luwu merupakan daerah yang membutuhkan waktu terlama dalam usaha pemekarannya.

Apalagi hal ini didasarkan pada hutang sejarah, di mana Presiden Soekarno menjanjikan kepada Datu Andi Djemma agar Tana Luwu akan dijadikan sebagai Daerah Istimewa.

Namun, hingga 74 tahun kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), janji tersebut tak kunjung terealisasi.

Usaha lain pun diupayakan semenjak 60 tahun yang lalu untuk menyuarakan pembentukan Provinsi Tana Luwu, sayangnya hingga kini upaya tersebut tak kunjung terwujud.

Untuk itu, Gerakan 14 Januari yang dilaksanakan serentak di tiga kota Besar (Makassar, Yogyakarta, dan Palu) merupakan upaya putera(i) daerah mendesak Pemerintah Pusat agar segera mewujudkan amanah leluhur mereka.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Igo Nugraha menyatakan, sejumlah gerakan telah dilakukan oleh pemuda Tana Luwu, namun sampai saat ini belum kunjung dipenuhi oleh pemerintah.

“Gerakan serentak ini merupakan representatif dari keinginan masyarakat Tana Luwu, untuk itu Presiden harus mencatat baik-baik gerakan kami hari ini, apa yang kami lakukan ini bukanlah upaya makar namun sebuah keinginan untuk mekar,” ujarnya.

Untuk diketahui, Tana Luwu merupakan daerah subur yang menghasilkan berbagai komoditas handal, seperti padi, merica, kakao, buah-buahan, serta hasil tambang seperti nikel dan emas.

Ditinjau dari luas area dan jumlah penduduk, daerah ini telah memenuhi syarat desain tatanan daerah.

Sementara itu, Jenderal Lapangan, Ittong S,ST menuturkan, persoalan ini adalah hal berlarut-larut yang dibiarkan oleh pemerintah.

“Kami tidak ingin ketika tua nanti lalu bersantai di sebuah warung kopi dan masih mendengar pemuda dari daerah kami masih saja berteriak terkait Pemekaran Provinsi Tana Luwu.”

“Biarlah seluruh teriakan itu kami suarakan, agar generasi selanjutnya dapat menghabiskan waktu mereka guna merumuskan sebuah ide untuk memajukan Tana Luwu.”

“Untuk itu, Pemerintah Pusat wajib untuk mencabut Moratorium DOB dan menjadikan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Tana Luwu sebagai Daerah Prioritas untuk pemekaran,” tegasnya.

Pasca menyampaikan aspirasi mereka secara bergantian, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib pada pukul 18.00 WITA.(*/RP/16)

Pos terkait