INFOSULSEL.COM, JAKARTA – Pengamat politik Rocky Gerung kembali menggemparkan publik menyusul pernyataannya yang menyebut Ketua Umum Gerindra sebagai tokoh ‘sampah’.
“Sebagai satire,” kata Rocky kepada wartawan, Selasa (15/10/2019)
Satire dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah gaya bahasa untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang. Satire biasanya disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme, atau parodi. “Itu cara saya,” katanya
Rocky Gerung menyindir manuver Prabowo karena telah menyatakan bergabung sebelum pelantikan dalam kubu pemerintah.
“Sekarang, Prabowo sudah bergabung dengan Jokowi sebelum pelantikan. Makanya, saya majukan deklarasi saya beroposisi, menjadi mulai hari ini,” kata Rocky
Pernyataan Rocky itu diucapkan ketika ia berkunjung ke kantor redaksi C&R dan bertemu dengan Ilham Bintang, sang pemimpin redaksi.
Melalui akun Facebooknya, Ahad (13/11/2019), Ilham Bintang menulis, Rocky Gerung berpaling. Kata Ilham, dalam perbincangannya dengan Rocky, ia berdiskusi panjang tentang kondisi bangsa pasca Pilpres.
“Roger (Rocky Gerung) membuat deklarasi. Hari itu ia nyatakan beroposisi kepada Prabowo. Ia akan ‘road show’ berkeliling Tanah Air untuk mengajak beroposisi pada Ketua Umum Gerindra itu,” kata Ilham.
“Enggak perlu tokoh seperti dia, nyampah-nyampahin negeri saja,” kata Rocky seperti dituliskan Ilham Bintang.
Pernyataan Rocky Gerung sontak membuat politisi muda Partai Gerindra TB Ardi Januar angkat bicara. Menurutnya, Rocky kini sebatas mencari panggung dan menjaga eksistensinya setelah pilpres yang membesarkan namanya.
“Pilpres telah membesarkan nama Rocky. Kini Pilpres sudah selesai. Ada tiga kelompok yang menyikapi hasil pilpres. Pertama, kelompok yang memilih move on dan kembali bersatu demi keutuhan Bangsa. Kedua, kelompok yang belum move on dan memilih tetap berseteru. Ketiga adalah kelompok yang terancam kehilangan eksistensi karena pertunjukan telah usai,” katanya sembari menyebut, Rocky bagian dari kelompok ketiga.
Ardi menuding Rocky hanya ingin menjaga eksistensinya pasca pilpres. Karena itu, lanjutnya perlu manuver baru.
Ardi juga menyebut Rocky kembali muncul membawa narasi baru dengan menjadikan Prabowo sebagai sasaran.
“Lantas, sebagai pendukung Prabowo, apakah saya harus marah dengan pendapat Rocky? Tidak juga. Biarkan saja dia bicara dan bersikap,” cetus Ardi.
Terakhir, Ardi mengutip pernyataan Rocky, bahwa Indonesia adalah negara demokrasi.
“Rocky pernah bilang, cara terbaik menghormati aksi badut adalah dengan cara tepuk tangan. Dan saya cukup menikmati pertunjukan yang dilakukan Rocky,” katanya.
(Andi/Riel)





