INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D), Rocky Gerung diberi gelar kehormatan ‘Daeng Tojeng’ usai menjadi pembicara dalam kegiatan yang digelar oleh Keluarga Alumni Mahasiswa Jogja, di Hotel Four Points Makassar, Jl. Andi Djemma, Minggu (26/1/2020).
Pemberian gelar itu ditandai dengan pemakaian Songkok Recca, yakni songkok khas Bugis-Makassar di kepala Rocky Gerung oleh Ketua Perhimpunan Nelayan Tradisional Sulsel, Andi Budi Pawaoi.
Rocky Gerung sendiri merasa terhormat dengan gelar yang disematkan kepadanya. Bahkan ia sempat melontarkan candaan ingin turut berkontestasi dalam pemilihan wali kota Makassar.
“Saya tau ini penghargaan karena persahabatan pikiran. Dengan saya memakai songkok ini maka saya berfikir untuk ganti KTP Makassar dan kalau ada kesempatan saya akan mencalonkan diri jadi calon wali kota Makassar,” sambut Rocky.
Dalam bahasa Makassar, kata “Tojeng” berarti benar atau kebenaran. Rocky Gerung dikenal sebagai seorang yang kerap memakai diksi “dungu” dalam setiap unggahan media sosial maupun dalam perkataannya saat berdialog di beberapa acara TV nasional.
Sebagai seorang yang berlatar belakang filsafat, Rocky Gerung kerap kali mengeluarkan argumentasi menggunakan bahasa-bahasa filsafat yang tidak jarang menimbulkan pro dan kontra.
Selain itu, Rocky Gerung juga kerap menulis di beberapa media massa, oleh kritikannya kepada Presiden Joko Widodo yang mengundang banyak perhatian.
Hal ini pula yang melatarbelakangi disematkannya gelar Daeng Tojeng kepada Rocky Gerung sebab dianggap sejalan dengan buah pikiran yang selama ini dilontarkannya.
Diketahui, gelar Tojeng juga digunakan oleh putra sulung Sultan Hasanuddin, I Maninnori Karaeng Tojeng Karaeng Galesong saat ia diangkat menjadi pemimpin wilayah kekuasaan Galesong pada masa pemerintahan Kerajaan Gowa.(andi)





